IPD – 21 Maret 2026 | Manchester United kembali menelan hasil imbang 2-2 saat menjamu Bournemouth di Vitality Stadium pada Sabtu 21 Maret 2026. Pertandingan pekan ke-31 Liga Inggris 2025/2026 ini menyuguhkan drama sejak menit pertama, dua kali keunggulan Setan Merah, hingga keputusan kontroversial wasit yang memicu kemarahan pelatih interim Michael Carrick.
Jalannya Laga dan Skor Akhir
Pukulan pertama datang pada menit ke-61 lewat penalti yang dieksekusi Bruno Fernandes, mengantarkan United memimpin 1-0. Tak lama setelahnya, pada menit ke-71, James Hill mencetak gol bunuh diri setelah tekanan dari pertahanan Bournemouth, memperbesar keunggulan menjadi 2-1. Namun, serangan balik Bournemouth tidak lama tertunda; Ryan Christie menyamakan kedudukan pada menit ke-67, sementara Eli Junior Kroupi menambah satu gol lewat titik putih pada menit ke-81, menutup skor menjadi 2-2.
Situasi menjadi semakin kacau ketika bek kapten Harry Maguire menerima kartu merah langsung pada menit ke-78 setelah melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti atas Evanilson. Keputusan itu memaksa United bermain dengan sepuluh pemain selama hampir 15 menit terakhir.
Reaksi Bruno Fernandes
Bruno Fernandes mengaku sangat kecewa karena tiga poin yang berada dalam genggaman sirna dalam sepuluh menit terakhir. “Saya lebih kecewa karena saya pikir kami sudah melakukan cukup untuk mendapatkan tiga poin itu,” ungkapnya, dikutip dari wawancara dengan Sky Sports. Ia menambahkan, “Kami memiliki situasi di mana kami bisa unggul 3-1 dan dari situasi itu kami malah kebobolan satu gol lagi.” Meskipun demikian, Fernandes tetap menekankan pentingnya belajar dari kesalahan dan menatap laga berikutnya dengan tekad untuk mengamankan tiga poin.
Michael Carrick Menyuarakan Keberatan
Pelatih interim Michael Carrick tidak segan mengkritik keputusan wasit Stuart Attwell. Menurut Carrick, wasit “jelas-jelas salah tidak memberikan penalti untuk kami, padahal pelanggaran yang sama diberikan penalti kepada Bournemouth ketika Amad Diallo ditarik di area kotak 16 meter.” Ia menilai keputusan tersebut merugikan United, terutama setelah tim berhasil menahan serangan lawan dengan sepuluh pemain.
Selain itu, Carrick menilai situasi pertandingan menjadi “kacau” setelah Maguire keluar. “Mungkin, situasinya memang kacau saat itu sehingga keputusan bisa berjalan ke berbagai arah dan dia mengambil keputusan itu,” ujar Carrick. Ia tetap memuji semangat Bournemouth yang “enerjik dan positif” serta menyoroti penampilan baik pemain pengganti United yang berhasil menahan tekanan.
Rekor Buruk yang Kembali Terulang
Laga ini menandai terciptanya kembali rekor buruk yang belum terjadi dalam 21 tahun. Manchester United menjadi tim pertama dalam dua dekade terakhir yang gagal memenangkan dua pertemuan melawan lawan yang sama dalam satu musim meskipun sempat unggul lebih dari sekali di kedua laga. Rekor tersebut sebelumnya dipegang oleh Crystal Palace pada musim 2004/2005, serta terulang pada pertemuan sebelumnya di Old Trafford yang berakhir 4-4.
Rekor ini menambah beban mental pada skuad yang kini berada di posisi menengah klasemen, menunggu tiga poin penting menjelang akhir musim.
Prospek dan Fokus Kedepan
Setelah imbang ini, fokus United beralih ke pertandingan berikutnya. Carrick menegaskan, “Yang lebih baik lagi adalah di pertandingan selanjutnya kita harus mendapatkan tiga poin yang tidak kita dapatkan hari ini.” Sementara Fernandes menambahkan, “Tidak semua hal dari pertandingan itu negatif, jadi kami mendapatkan sesuatu dari pertandingan tersebut.” Kedua tokoh menekankan pentingnya konsistensi dan ketangguhan mental untuk mengakhiri musim dengan hasil memuaskan.
Dengan beberapa pemain utama yang absen karena kartu merah atau cedera, pelatih interim harus menyesuaikan taktik, mengoptimalkan rotasi, dan mengembalikan kepercayaan diri tim. Jika United mampu memanfaatkan peluang penalti yang terlewat dan memperbaiki disiplin defensif, peluang untuk mengamankan tiga poin di laga berikutnya masih terbuka lebar.
Imbang 2-2 melawan Bournemouth bukan sekadar satu poin yang hilang, melainkan pelajaran berharga bagi Manchester United untuk mengatasi tekanan, mengelola situasi kontoversial, dan kembali menancapkan diri di puncak klasemen Premier League.
