IPD – 09 Maret 2026 | Penurunan penjualan BYD yang mencapai 41 persen di pasar domestik pada awal 2026 menandai titik balik signifikan bagi raksasa mobil listrik China. Selama hampir tiga tahun terakhir, BYD tampak tak terkalahkan dengan rangkaian model baru, ekspansi produk, dan pertumbuhan penjualan yang melaju kencang. Namun, data dua bulan pertama tahun ini mengungkapkan tantangan baru: hanya 400.241 kendaraan terjual, turun 36 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh libur Tahun Baru Imlek, berkurangnya insentif pajak, dan menurunnya kepercayaan pembeli.
Data Penjualan dan Penyebab Penurunan
Menurut laporan Carscoops pada 6 Maret 2026, penjualan BYD pada Februari mencatat penurunan 9,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dan jika dibandingkan dengan Februari 2025, angka tersebut menurun hingga 41 persen. Pengamat industri menilai bahwa konsumen kini menunda pembelian menunggu peluncuran model baru atau kepastian program tukar tambah pemerintah.
Eksport BYD Masih Menguat
Walaupun pasar domestik melemah, BYD berhasil menembus pasar luar negeri. Pada Februari 2026, perusahaan mengekspor 100.600 kendaraan energi baru (EV murni dan plug‑in hybrid). Jika digabungkan dengan data Januari, total ekspor mencapai 201.082 unit, menunjukkan kekuatan kompetitif BYD di arena internasional.
Saingan Menggeliat: Geely, Zeekr, dan Lainnya
Sementara BYD berjuang, beberapa produsen mobil China lainnya mencatat pertumbuhan impresif:
- Geely: Mengirimkan sekitar 76.000 unit lebih banyak daripada BYD dalam dua bulan pertama 2026, menandai pertama kalinya sejak 2022 Geely mengungguli BYD selama dua bulan berturut‑turut.
- Zeekr: Mencatat lonjakan penjualan 84 persen pada Januari‑Februari 2026.
- Leapmotor: Penjualan naik 19 persen menjadi 60.126 unit.
- Xiaomi (divisi kendaraan listrik): Naik 48 persen, melewati 59.000 unit.
- Nio: Pengiriman meningkat 77 persen.
Meski Geely memimpin pasar domestik, ekspornya masih di bawah BYD dengan total 181.891 kendaraan pada tahun ini.
Faktor-Faktor Kompetitif
CEO BYD, Wang Chuanfu, mengakui tekanan kompetitif yang meningkat sejak Desember 2025. Rival‑rival kini berhasil memperkecil kesenjangan teknologi, terutama dalam hal baterai, sistem pengisian cepat, dan fitur konektivitas. Hal ini tercermin dalam pergeseran pangsa pasar.
Proyeksi dan Strategi BYD ke Depan
Untuk mengembalikan momentum, BYD menargetkan penjualan 1,3 juta unit di luar negeri pada 2026 dan berharap pemerintah akan memperpanjang insentif EV. Inovasi terbaru, seperti Blade Battery 2.0 dengan pengisian ultra cepat, diharapkan menarik kembali minat konsumen domestik.
Secara keseluruhan, dinamika pasar otomotif China menunjukkan fase persaingan yang lebih ketat. BYD harus menanggapi penurunan penjualan domestik dengan strategi inovasi yang lebih agresif, sementara Geely dan Zeekr terus memperkuat posisi mereka melalui penawaran produk yang kompetitif dan ekspansi pasar.
Jika tren ini berlanjut, peta persaingan mobil listrik di China akan semakin terfragmentasi, memberi ruang bagi pemain baru dan lama untuk merebut pangsa pasar yang sebelumnya didominasi BYD.
