Bupati Gowa Bantah Isu Perselingkuhan, Tekankan Momentum Idul Fitri untuk Persatuan dan Pembangunan

IPD – 23 Maret 2026 | Gowa, 22 Maret 2026 – Kepala daerah Kabupaten Gowa, Hj. Sitti Husniah Talenrang, kembali menjadi sorotan publik setelah dua peristiwa penting menimpa kepemimpinannya dalam seminggu terakhir. Di satu sisi, beliau menepis keras tuduhan perselingkuhan yang dilontarkan oleh sebuah portal daring, sementara di sisi lain ia memanfaatkan perayaan Idul Fitri sebagai ajang penguatan persatuan dan dorongan agenda pembangunan daerah.

Kontroversi Perselingkuhan: Tuntutan Hukum dan Laporan ke Dewan Pers

Pada Senin, 21 Maret 2026, sebuah media online mempublikasikan artikel yang menuding Bupati Gowa terlibat dalam hubungan asmara dengan seseorang berinisial BK. Husniah segera menanggapi dengan menyatakan bahwa tuduhan tersebut adalah fitnah belaka dan tidak memiliki dasar faktual. “Itu berita bohong, tidak benar,” tegasnya dalam konferensi pers singkat di kantor Bupati.

Berbagai tokoh masyarakat, termasuk H. Amir Abdullah Dg Sila dan H. Agus Dg Bantang, menuntut agar Bupati menempuh jalur hukum terhadap media yang dianggap sengaja memutarbalikkan fakta. Amir menegaskan bahwa persoalan ini telah melampaui sekadar reputasi jabatan, melainkan menyentuh harga diri pribadi dan integritas kepemimpinan. “Tidak ada lagi urusan jabatan atau kekayaan, ini sudah menyangkut hal yang paling mendasar,” ujarnya.

Selain itu, Ketua Yayasan Insan Cita, Syawaluddin Rala, menyarankan agar kasus ini dibawa ke pengadilan serta dilaporkan ke Dewan Pers. Menurutnya, langkah hukum diperlukan untuk menguji kebenaran informasi yang beredar dan memberi efek jera bagi pihak yang menyebarkan berita tidak berdasar.

Husniah menegaskan kesiapan tim hukumnya untuk menindaklanjuti secara resmi, termasuk mengajukan gugatan pencemaran nama baik. “Kami tidak akan tinggal diam bila nama baik kepala daerah dan daerah tercoreng,” pungkasnya.

Idul Fitri sebagai Momentum Persatuan dan Pembangunan

Sementara kontroversi masih menggantung, Bupati Gowa memanfaatkan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu, 21 Maret 2026, sebagai platform untuk menegaskan nilai kebersamaan dan agenda pembangunan. Dalam shalat Idul Fitri yang dilaksanakan di Masjid Agung Syekh Yusuf, Husniah menyampaikan pidato yang menekankan pentingnya meneruskan semangat Ramadan ke dalam tindakan nyata bagi masyarakat.

“Idul Fitri adalah panggilan untuk merawat persatuan dan menghadirkan kepedulian sosial dalam tindakan sehari-hari. Dari situlah kekuatan pembangunan lahir,” ujar Husniah. Ia menambahkan bahwa capaian ekonomi daerah selama setahun terakhir menunjukkan tren positif, termasuk pertumbuhan PDB daerah yang melebihi rata-rata provinsi dan penurunan angka kemiskinan.

Namun, Husniah menekankan bahwa pencapaian tersebut harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. “Pembangunan harus terasa adil dan inklusif, bukan hanya tercatat dalam angka,” tegasnya. Untuk itu, pemerintah kabupaten menyiapkan program bantuan sosial terfokus pada daerah terpencil, perbaikan infrastruktur jalan, serta peningkatan akses layanan kesehatan.

Bagian penting dari pidatonya adalah ajakan kepada generasi muda. Husniah menyoroti peran pemuda Gowa sebagai agen perubahan dan inovator. “Pemuda Gowa harus tampil sebagai penggerak perubahan. Dengan ide dan semangat baru, mereka menjadi energi penting dalam mendorong daerah ini semakin kompetitif,” ujarnya, sambil menyinggung program beasiswa dan inkubator bisnis yang baru diluncurkan.

Ustadz Riza Muhammad, khatib shalat Idul Fitri, menambahkan bahwa kemenangan hari raya harus diiringi dengan empati terhadap sesama, terutama bagi mereka yang masih hidup dalam kemiskinan ekstrem. Pesan tersebut selaras dengan upaya pemerintah daerah untuk mengurangi angka kemiskinan secara berkelanjutan.

Reaksi Publik dan Langkah Selanjutnya

  • Berbagai organisasi LSM mengapresiasi sikap tegas Husniah dalam menolak fitnah dan sekaligus mengajak warga untuk berpartisipasi aktif dalam program pembangunan.
  • Beberapa netizen mengkritik media yang memuat tuduhan tanpa bukti, menuntut standar jurnalistik yang lebih ketat.
  • Komunitas bisnis lokal menyambut baik ajakan Husniah kepada pemuda, berharap tercipta iklim investasi yang lebih dinamis.

Dengan kombinasi respons hukum terhadap isu perselingkuhan dan agenda pembangunan yang disorot pada momentum Idul Fitri, Bupati Gowa berupaya menegaskan kembali komitmen kepada transparansi, akuntabilitas, dan kesejahteraan masyarakat. Langkah hukum yang dijanjikan diharapkan dapat memberi kepastian hukum bagi pihak yang dirugikan, sementara program pembangunan yang diproyeksikan akan menjadi tolok ukur keberhasilan kepemimpinan Husniah dalam jangka menengah.

Ke depannya, pemantauan independen dari Dewan Pers serta evaluasi berkala terhadap program-program pembangunan akan menjadi indikator penting dalam menilai efektivitas kebijakan yang diusung. Masyarakat Gowa menantikan hasil konkret, baik dalam penyelesaian kasus pencemaran nama baik maupun dalam realisasi proyek infrastruktur dan layanan publik yang dijanjikan.

Leave a Comment