IPD – 21 Maret 2026 | Real Betis menatap kembali Panathinaikos di La Cartuja pada 20 Maret 2026 dalam leg kedua babak 16 besar UEFA Europa League. Pertandingan yang dijadwalkan mulai pukul 03.00 WIB ini menjadi ujung tombak bagi tuan rumah yang harus menutup defisit 1-0 hasil leg pertama di Athena.
Latar Belakang Pertandingan
Panathinaikos memanfaatkan keunggulan tipis setelah mengamankan kemenangan 1-0 di pertemuan pertama, menambah tekanan pada Betis yang wajib membalikkan keadaan. Di Liga domestik, Real Betis berada di posisi keempat dengan catatan lima kemenangan, dua imbang, dan satu kekalahan dari delapan laga, namun tren lima laga tanpa kemenangan di semua kompetisi menimbulkan keraguan. Sementara itu, Panathinaikos harus melewati jalur play‑off, menyingkirkan Viktoria Plzen lewat adu penalti, dan mencatat sembilan laga tak terkalahkan sebelum menjejakkan kaki di Spanyol.
Formasi dan Kondisi Tim
Manuel Pellegrini menyiapkan susunan 4‑2‑3‑1 dengan Pau López di gawang, lini belakang diisi oleh Ruibal, Bartra, Natan, dan Ricardo Rodríguez. Roca dan Altimira mengisi lini tengah, sementara Antony, Fornals, dan Abde menjadi trias kreatif di depan Cucho Hernández. Namun, absennya Giovani Lo Celso, Isco, serta Diego Llorente yang mendapat kartu merah di leg pertama memaksa rotasi. Di pihak Panathinaikos, Rafael Benítez menurunkan formasi 3‑4‑2‑1 dengan Alban Lafont di antara tiang gawang, pertahanan tiga orang, dan lini serang yang mengandalkan Pellistri serta Taborda. Anass Zaroury dan Giannis Kotsiras absen karena sanksi dan cedera.
Jalannya Laga
Sejak peluit pertama, Betis menampilkan tekanan tinggi. Pada menit ke‑5, Cucho Hernández hampir membuka keunggulan setelah tembakan keras memantul di tiang gawang. Tekanan berlanjut dan pada menit ke‑12, Aitor Ruibar memanfaatkan rebound setelah tembakan Cucho meleset, mencetak gol pembuka yang menyamakan agregat.
Dominasi penguasaan bola terus berlanjut. Pada menit ke‑28, Antony hampir menambah gol, namun tembakan meleset tipis ke sudut jaringan. Gol kedua datang pada menit ke‑44 melalui serangan balik cepat; Sofyan Amrabat menembak dari luar kotak penalti, bola mengarah ke sudut atas gawang Lafont.
Setelah jeda, Betis memperluas jarak pada menit ke‑54. Ruibar kembali menjadi pemberi assist, melepaskan bola ke Cucho Hernández yang mengeksekusi dengan tepat, menjadikan skor 3‑0. Gol keempat tercipta pada menit ke‑66, ketika Antony memanfaatkan ruang di sisi kiri, melewati dua bek, dan mengirimkan bola ke gawang setelah bantuan dari Ezzalzouli.
Laga berakhir dengan kemenangan telak 4‑0 untuk Betis, mengamankan tempat di perempat final dengan agregat 4‑1. Penampilan kolektif, khususnya lini tengah dan serangan sayap, menjadi faktor utama.
Reaksi Pelatih dan Analisis
Pellegrini mengapresiasi kedisiplinan tim dan kemampuan mengubah situasi saat berada di bawah tekanan. Ia menyoroti kontribusi pemain rotasi seperti Altimira yang memberikan energi tambahan. Di sisi lain, Benítez mengakui bahwa ketidakhadiran beberapa pemain kunci dan kurangnya pengalaman melawan tim Spanyol memengaruhi hasil.
Statistik menunjukkan Betis mencatat 63% penguasaan bola, 18 tembakan (10 tepat sasaran), serta tiga gol yang melibatkan pemain asal Spanyol. Panathinaikos hanya menghasilkan lima tembakan dengan satu tepat sasaran.
Pengaruh Hasil Terhadap Babak Selanjutnya
Kemenangan ini menempatkan Betis melaju ke perempat final bersama Celta Vigo dan Porto. Keberhasilan mengatasi defisit pertama menambah kepercayaan diri menjelang laga berikutnya, kemungkinan melawan tim kuat dari Inggris atau Italia. Sementara Panathinaikos harus menilai kembali taktik defensif mereka dan menyiapkan diri untuk kompetisi domestik.
Dengan catatan sejarah baru dalam Liga Europa, Real Betis kini menatap peluang pertama mencapai perempat final, menandai momen penting dalam era modern klub.
