IPD – 09 Maret 2026 | Dalam laga seru yang digelar pada Minggu (8 Maret 2026) di Estádio da Luz, Benfica harus puas berbagi poin dengan rival abadinya, FC Porto, setelah pertandingan berakhir dengan skor 2-2. Pertandingan ini tidak hanya menjadi sorotan utama dalam perebutan gelar Primeira Liga, tetapi juga memunculkan kontroversi di pinggir lapangan ketika pelatih Benfica, José Mourinho, menerima kartu merah pada menit ke-72.
Latar Belakang Pertandingan
O Clássico antara Benfica dan Porto selalu menjadi ajang penentu arah klasemen. Pada saat pertandingan berlangsung, Porto memimpin klasemen dengan keunggulan tujuh poin atas Benfica, sementara selisih empat poin memisahkan Porto dari pesaing terdekat, Sporting CP. Kemenangan bagi Benfica dianggap krusial untuk memperkecil jarak dan tetap hidup dalam perburuan gelar.
Susunan Pemain Kedua Tim
Berikut susunan pemain yang diumumkan menjelang pertandingan:
- Benfica (4-3-3): Trubin (GK), Dedic, Araujo, Otamendi (kapten), Dahl, Rios, Barrenechea, Prestianni, Rafa Silva, Schjelderup, Pavlidis.
- Porto (4-4-2): Costa (GK, kapten), Costa A., Bednarek, Kiwior, Fernandes, Froholdt, Varela, Veiga, Pepe, Gul, Pietuszewski.
Kedua tim memasukkan skuad lengkap tanpa cedera signifikan, meskipun Benfica kehilangan pemain bertahan Otamendi pada babak kedua karena cedera.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan dimulai dengan tekanan tinggi dari kedua sisi. Porto membuka skor pada menit ke-10 lewat gol rebound Victor Froholdt setelah bola memantul di dalam kotak penalti. Benfica mencoba merespon, namun serangan mereka dibendung dengan baik oleh kiper Porto, Diogo Costa.
Pada menit ke-68, Porto menggandakan keunggulan melalui gol kedua Pietuszewski, memanfaatkan serangan balik cepat. Benfica kemudian beralih ke taktik menekan, menghasilkan gol pertama mereka pada menit ke-69 lewat Schjelderup, yang memanfaatkan umpan silang dari Rafa Silva.
Menjelang akhir babak pertama, Benfica tetap tertinggal 0-2. Babak kedua dimulai dengan perubahan taktis dari Mourinho, termasuk masuknya Gianluca Prestianni yang meningkatkan kreativitas lini tengah.
Pada menit ke-75, Otamendi harus diganti karena cedera, menandai awal kebobolan defensif Benfica. Namun, dorongan semangat tim tidak surut. Pada menit ke-88, Leandro Barreiro menyamakan kedudukan dengan gol penyeimbang, memanfaatkan kekeliruan pertahanan Porto di dalam kotak penalti.
Gol penyeimbang tersebut menambah ketegangan, namun tidak cukup untuk mengubah hasil akhir. Pertandingan berakhir 2-2 setelah tambahan waktu enam menit.
Kejadian Kontroversial: Mourinho Dikeluarkan
Di menit ke-72, setelah serangkaian perdebatan dengan wasit João Pinheiro, Mourinho menerima kartu merah karena tuduhan menantang keputusan wasit secara berulang. Insiden ini menjadi sorotan media internasional setelah Mourinho menuduh mantan pemainnya sebagai “pengkhianat” sebanyak 50 kali dalam sebuah wawancara kontroversial. Reaksi keras ini menambah tekanan pada tim dan memicu perdebatan di antara para penggemar.
Dampak pada Poin dan Klasemen
Dengan hasil imbang, Benfica tetap berada di posisi ketiga klasemen, namun tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen, Porto, dengan sembilan pertandingan tersisa. Titik ini menempatkan Benfica dalam posisi “title hope” yang rapuh, mengharuskan mereka meraih kemenangan di setiap laga berikutnya untuk mengejar ketertinggalan.
Cara Menyaksikan Laga di Amerika Serikat
Bagi penggemar di Amerika Serikat yang ingin menyaksikan aksi Benfica vs Porto secara langsung, pertandingan dapat disiarkan melalui layanan streaming Fubo dan kanal televisi seperti ESPN, USA Network, serta CBS Sports Network. Siaran dimulai pukul 2:00 pm ET (11:00 am PT). Bagi yang berada di luar AS, penggunaan VPN (misalnya NordVPN) dapat membantu mengakses siaran resmi.
Selain itu, Fubo menawarkan paket khusus yang mencakup tidak hanya Primeira Liga, tetapi juga kompetisi bergengsi lainnya seperti UEFA Champions League, Liga MX, dan MLS, sehingga penggemar dapat menikmati rangkaian pertandingan sepak bola global dalam satu layanan.
Secara keseluruhan, O Clássico ini menegaskan kembali betapa ketatnya persaingan di puncak Primeira Liga. Benfica menunjukkan kemampuan bangkit dari ketertinggalan, namun kekurangan pada fase akhir serta keluarnya Mourinho menambah beban psikologis. Sementara Porto tetap mengokohkan posisi puncak dengan mengamankan satu poin penting, menambah jarak mereka dari pesaing terdekat.
Ke depan, Benfica harus memaksimalkan setiap kesempatan, mengatasi ketegangan internal, dan mengembalikan konsistensi bermain agar tetap relevan dalam perebutan gelar. Bagi Porto, menjaga konsistensi dan menghindari kejutan akan menjadi kunci mempertahankan dominasi di liga.
