Anya Geraldine Tahan Tangis di Pesawat, Mengungkap Firasat Menyentuh Saat Vidi Aldiano Dipulangkan

IPD – 10 Maret 2026 | Jakarta, 9 Maret 2026 – Penyanyi Vidi Aldiano yang berjuang melawan kanker ginjal selama hampir tujuh tahun resmi dipakakan di TPU Tanah Kusir pada Minggu, 8 Maret 2026. Di sela-sela prosesi duka, aktris Anya Geraldine menahan air mata sekaligus mengisahkan sebuah firasat aneh yang muncul saat ia masih berada di dalam pesawat pada jam yang sama dengan Vidi menghembuskan napas terakhir.

Firasat di Pesawat yang Menyentuh Hati

Menurut keterangan Anya yang diwawancarai di lokasi pemakaman, ia baru menerima kabar duka dari sahabatnya, Aero Aswar, sesaat setelah mendarat di Jakarta dari Singapura pada sore hari Sabtu, 7 Maret. Namun, “di dalam pesawat, tiba‑tiba air mata menetes tanpa sebab. Aku menatap awan, terasa sangat damai, lalu aku merekamnya,” ujarnya sambil menahan tangis. Setelah mendarat, Anya memeriksa galeri ponselnya dan menemukan bahwa rekaman awan tersebut tercatat pada pukul 16.33 WIB – waktu yang persis sama dengan laporan medis tentang meninggalnya Vidi Aldiano.

Penghormatan Para Sahabat dan Rekan Sejawat

Prosesi pemakaman di TPU Tanah Kusir dihadiri puluhan artis dan sahabat Vidi. Yura Yunita, yang sempat berdoa untuk Vidi saat menjalankan ibadah umrah, mengungkapkan, “Terakhir kami berencana haji bersama, namun pertemuan kami berakhir di tempat istirahat terakhirnya.” Ia menambahkan, “Alhamdulillah meninggalnya dengan indah, di hari turunnya Al‑Qur’an, di bulan puasa, insyaallah husnul khotimah.”

Enzy Storia, yang mengaku berkomunikasi hampir setiap hari dengan Vidi, menceritakan pertemuan terakhir mereka satu hari sebelum Vidi wafat. “Dia tidak bisa merespon, tapi memberi gerakan tangan seolah tahu aku di sana. Itu sudah membuatku cukup bahagia,” ujarnya dengan suara bergetar.

Deddy Corbuzier, presenter terkenal, menegaskan karakter Vidi yang selalu baik. “Semua orang tahu dia orang baik, jadi yang doakan dia dalam keadaan apapun,” katanya.

Kisah Persahabatan Anya dan Vidi

Anya Geraldine menggambarkan Vidi sebagai “sahabat yang selalu suportif, tempat curhat tentang pekerjaan, percintaan, dan kegelisahan diri.” Ia menambahkan, “Vidi mengajarku rasa bersyukur, menjadi support system nomor satu dalam hidupku.” Meskipun diliputi kesedihan, Anya menegaskan ia telah mengikhlaskan kepergian sahabatnya. “Saya yakin Vidi sekarang berada di tempat yang lebih baik, lebih menenangkan, dan lebih bahagia,” tuturnya.

Perjuangan Vidi Melawan Kanker Ginjal

Vidi Aldiano didiagnosis menderita kanker ginjal stadium lanjut pada tahun 2019. Selama hampir tujuh tahun, ia menjalani perawatan intensif sambil tetap aktif berkarya, termasuk meluncurkan lagu “Nuansa Bening” yang menjadi soundtrack banyak kenangan penggemar. Pada Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 16.33 WIB, Vidi menghembuskan napas terakhir di usia 35 tahun.

Jenazahnya sempat disemayamkan di rumah duka Cilandak, dimana keluarga, kerabat, dan rekan selebriti memberikan penghormatan terakhir sebelum dimakamkan. “Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Anya saat berada di rumah duka.

Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi industri musik Indonesia yang kehilangan salah satu talenta muda yang penuh semangat. Banyak yang menilai warisan musiknya akan terus menginspirasi generasi berikutnya.

Dalam suasana haru, para sahabat menegaskan pentingnya menghargai setiap momen bersama, mengingat betapa singkatnya waktu yang diberikan. Sebuah pelajaran berharga yang kini terpatri dalam ingatan mereka, sekaligus menguatkan mereka untuk melanjutkan perjuangan hidup masing‑masing dengan semangat yang sama seperti yang pernah ditunjukkan Vidi.

Leave a Comment