IPD – 18 Maret 2026 | Pencarian mobil bekas dengan mesin kecil, konsumsi bahan bakar rendah, dan biaya operasional terjangkau semakin intensif menjelang musim mudik. Di pasar Indonesia, sejumlah model berkapasitas sekitar 1.0 L kini tersedia dengan harga mulai Rp50 jutaan, pajak tahunan yang ringan, serta ruang kabin yang masih memadai untuk keperluan harian. Berikut ulasan komprehensif lima pilihan mobil bekas yang memenuhi kriteria tersebut.
1. Daihatsu Sigra 1.0 LCGC
Sigra 1.0 merupakan varian terbaru dari lini LCGC Daihatsu. Mesin 1KR‑VE 1.0 L menghasilkan tenaga 67 hp dan torsi 89 Nm, cukup untuk aktivitas perkotaan dan perjalanan jarak menengah. Konsumsi bahan bakar tercatat 12‑14 km/l di dalam kota dan 16‑20 km/l di luar kota, menjadikannya salah satu yang paling irit di segmen ini. Harga pasar mobil bekas Sigra dengan tahun produksi 2022‑2023 berada di kisaran Rp55‑70 juta, tergantung kondisi dan kilometer. Pajak tahunan berada di antara Rp900 ribu‑Rp1,2 juta, sesuai regulasi LCGC.
2. Daihatsu Xenia 1.0 (generasi pertama)
Meski berusia lebih dari dua dekade, Xenia 1.0 masih menarik bagi pembeli yang menekankan harga beli ultra‑murah. Ditenagai mesin EJ‑VE 1.0 L 3‑silinder dengan tenaga sekitar 62 hp, konsumsi BBM berkisar 10‑12 km/l dalam kota dan 13‑15 km/l di luar kota. Unit yang masih dalam kondisi baik dapat ditemukan dengan harga Rp50‑65 juta. Pajak tahunan serupa dengan Sigra, yakni Rp900 ribu‑Rp1,3 juta, tetapi biaya perawatan cenderung lebih tinggi karena usia mesin yang sudah tua.
3. Toyota Agya 1.2 L
Agya, meski menggunakan mesin 1.2 L, tetap termasuk dalam kategori mobil kecil dengan konsumsi bahan bakar yang efisien. Mesin 1KR‑FE 1.2 L menghasilkan tenaga 88 hp, memungkinkan konsumsi 18‑20 km/l dalam kota. Harga mobil bekas Agya tahun 2020‑2022 berkisar Rp55‑75 juta. Karena masuk dalam program LCGC, pajak tahunan hanya sekitar Rp850 ribu‑Rp1 juta, menjadikannya pilihan ekonomis untuk penggunaan harian.
4. Honda Brio Satya 1.2 L
Brio Satya menonjolkan mesin i‑VTEC 1.2 L yang responsif sekaligus irit, dengan konsumsi BBM 18‑20 km/l tergantung gaya mengemudi. Mobil ini memiliki desain yang sporty dan interior yang relatif modern. Unit bekas dengan tahun produksi 2018‑2020 dapat dibeli antara Rp60‑80 juta. Pajak tahunan berada di kisaran Rp950 ribu‑Rp1,2 juta, masih terjangkau bagi pemilik yang mengutamakan efisiensi.
5. Suzuki Ignis 1.2 L
Ignis menawarkan kombinasi dimensi kompak, tampilan unik, dan efisiensi bahan bakar yang baik. Mesin 1.2 L menghasilkan konsumsi sekitar 17‑19 km/l dalam kota. Mobil bekas dengan tahun produksi 2019‑2021 dijual antara Rp58‑78 juta. Pajak tahunan untuk Ignis berkisar Rp900 ribu‑Rp1,1 juta, sejalan dengan kebijakan pajak LCGC untuk mobil berkapasitas kecil.
Perbandingan Ringkas
| Model | Mesin | Konsumsi BBM (km/l) | Harga Bekas (juta) | Pajak Tahunan (ribu) |
|---|---|---|---|---|
| Daihatsu Sigra 1.0 | 1.0 L 3‑silinder | 12‑14 (kota) / 16‑20 (jalan) | 55‑70 | 900‑1 200 |
| Daihatsu Xenia 1.0 | 1.0 L 3‑silinder | 10‑12 / 13‑15 | 50‑65 | 900‑1 300 |
| Toyota Agya 1.2 | 1.2 L 4‑silinder | 18‑20 (kota) | 55‑75 | 850‑1 000 |
| Honda Brio Satya 1.2 | 1.2 L i‑VTEC | 18‑20 | 60‑80 | 950‑1 200 |
| Suzuki Ignis 1.2 | 1.2 L | 17‑19 | 58‑78 | 900‑1 100 |
Semua mobil di atas memiliki dimensi yang relatif kompak, sehingga mudah bermanuver di jalan perkotaan yang padat. Selain itu, biaya kepemilikan tahunan tetap rendah berkat pajak yang berskala LCGC dan konsumsi bahan bakar yang hemat.
Kesimpulannya, bagi konsumen yang menginginkan mobil bekas dengan mesin sekitar 1.0 L, harga mulai Rp50 jutaan, serta beban pajak ringan, lima model di atas menawarkan kombinasi nilai yang seimbang antara performa, keiritan, dan kenyamanan. Pilihan akhir tentu bergantung pada prioritas masing‑masing, apakah menekankan usia kendaraan, desain interior, atau kemampuan menampung penumpang dan barang untuk perjalanan mudik.
