IPD – 09 Maret 2026 | Generasi sandwich—mereka yang sekaligus merawat anak-anak dan orang tua lansia—sering berada di tengah tekanan finansial yang berat. Di tengah kebutuhan hidup sehari-hari, tiga kebiasaan berikut ini dapat menjerumuskan mereka ke dalam jerat utang jika tidak dihindari.
1. Terjebak Jebakan Diskon dan Overbuying
Diskon memang menggoda, namun studi terbaru menunjukkan bahwa promosi berlebihan dapat memicu perilaku overbuying atau membeli barang dalam jumlah jauh melebihi kebutuhan. Fenomena ini dikenal sebagai “spaving”—mengeluarkan uang untuk menghemat uang—yang justru menambah beban pengeluaran. Generasi sandwich yang berusaha menyiapkan kebutuhan keluarga sering tergoda untuk membeli barang dalam kuantitas besar karena harga tampak murah, padahal barang‑barang tersebut tidak selalu terpakai.
Strategi pemasaran seperti diskon palsu, bundling, atau promo waktu terbatas menimbulkan rasa urgensi palsu. Akibatnya, dompet yang seharusnya menghemat malah terkuras. Untuk menghindarinya, konsumen disarankan memeriksa kebutuhan nyata, membandingkan harga tanpa tekanan waktu, dan menolak penawaran yang mengharuskan pembelian dalam jumlah besar.
2. Kurangnya Literasi Digital dalam Keuangan
Era digital memudahkan akses ke layanan keuangan online, namun juga membuka pintu bagi penipuan dan keputusan finansial impulsif. Kebijakan terbaru yang membatasi media sosial bagi remaja menggarisbawahi pentingnya kontrol diri dalam ruang digital. Generasi sandwich yang belum menguasai literasi digital cenderung terjebak dalam skema kredit instan, penawaran investasi tidak jelas, atau belanja daring dengan cicilan yang menjerat.
Menurut pakar, literasi digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan perangkat, melainkan kemampuan mengevaluasi informasi, menilai risiko, dan membuat keputusan yang bertanggung jawab. Praktik yang dapat membantu meliputi:
- Mengecek keaslian situs atau aplikasi sebelum melakukan transaksi.
- Menggunakan alat perbandingan harga dan kalkulator bunga untuk menghindari cicilan berlebih.
- Menetapkan batas pengeluaran digital harian dan memantau riwayat transaksi secara rutin.
3. Dampak Emosional dan Mental Terhadap Pengelolaan Keuangan
Kesehatan mental berperan penting dalam keputusan finansial. Penelitian tentang bullying pada anak menunjukkan bahwa stres emosional dapat memicu perilaku kompensasi, termasuk belanja impulsif sebagai pelarian. Generasi sandwich yang menghadapi beban ganda—merawat anak dan orang tua—sering mengalami kelelahan dan kecemasan, yang bila tidak ditangani dapat berujung pada keputusan keuangan yang tidak rasional.
Untuk melindungi diri, penting bagi mereka untuk:
- Mengidentifikasi tanda‑tanda stres atau kelelahan, seperti tidur tidak nyenyak atau rasa tidak berdaya.
- Mencari dukungan sosial, baik melalui konseling keluarga, grup pendukung, atau konsultan keuangan.
- Mengalokasikan waktu untuk kegiatan relaksasi yang tidak melibatkan konsumsi, seperti olahraga ringan atau hobi kreatif.
Dengan menjaga kesehatan mental, keputusan keuangan menjadi lebih objektif dan terhindar dari pembelian impulsif yang dapat menambah beban utang.
Strategi Praktis Menghindari Ketiga Hal di Atas
Berikut rangkaian langkah yang dapat diikuti oleh generasi sandwich untuk tetap menjaga stabilitas keuangan:
- Buat anggaran bulanan yang memisahkan kebutuhan pokok, tabungan darurat, dan alokasi untuk perawatan orang tua serta pendidikan anak.
- Audit langganan dan promo secara berkala; batalkan yang tidak memberikan nilai signifikan.
- Tingkatkan literasi digital dengan mengikuti webinar keuangan daring yang diselenggarakan oleh bank atau lembaga keuangan terpercaya.
- Manajemen stres: Jadwalkan waktu istirahat, praktikkan mindfulness, dan jangan ragu meminta bantuan profesional bila diperlukan.
- Gunakan catatan belanja untuk menghindari pembelian berulang yang tidak diperlukan.
Dengan disiplin pada tiga area utama—diskon, literasi digital, dan kesehatan mental—generasi sandwich dapat menurunkan risiko terjerat utang dan menjaga kesejahteraan finansial keluarga secara berkelanjutan.
Informasi lebih lanjut tentang cara mengelola keuangan pribadi dan menghindari jebakan pemasaran dapat diakses melalui portal Liputan6 dan lembaga edukasi keuangan resmi.
Memahami dan mengimplementasikan langkah‑langkah di atas menjadi kunci agar generasi sandwich tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dalam menghadapi tantangan ekonomi modern.
