Misteri Kematian Influencer Ashlee Jenae di Zanzibar: Pacar Tahan dan Keluarga Tuntut Jawaban

Seorang influencer asal New Jersey, Ashly Robinson, yang lebih dikenal dengan nama Ashlee Jenae, ditemukan tak bernyawa pada 9 April 2026 di vila Zuri Hotel, Zanzibar, Tanzania. Penemuan mayatnya memicu spekulasi luas setelah laporan menyebutnya tewas karena strangulasi dan hipoksia serebral. Kasus ini menjadi sorotan internasional karena melibatkan pasangan muda yang baru saja bertunangan dan latar belakang sang pria yang berkiprah di dunia kripto.

Joseph Isaac McCann, 45 tahun, yang merupakan pendiri Asymmetric Financial, sebuah dana kripto dengan aset bernilai miliaran dolar, ditahan oleh kepolisian Zanzibar pada 12 April 2026. McCann belum dikenai tuduhan resmi, namun paspornya disita hingga hasil otopsi selesai. Polisi menyatakan bahwa penahanan McCann bersifat administratif dan bertujuan menjaga keberlangsungan penyelidikan. Menurut pernyataan petugas, pasangan tersebut sering berselisih sejak kedatangan mereka pada 4 April, sehingga staf hotel memutuskan memisahkan mereka pada malam 8 April.

Menurut saksi, pada malam itu McCann diminta berpindah ke vila terpisah, sekitar sepuluh menit berjalan kaki dari vila pasangan. Beberapa jam kemudian, seorang pekerja hotel menemukan Robinson tak responsif di dalam lemari, dengan sabuk mengelilingi lehernya. Robinson dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun dinyatakan meninggal pada keesokan harinya.

Keluarga Robinson menilai bahwa penjelasan resmi masih jauh dari kepastian. Ibu Robinson, Yolanda Endres, mengungkapkan bahwa putrinya tampak bahagia menjelang kematiannya; ia baru saja merayakan ulang tahun dan tengah merencanakan masa depan bersama tunangannya. “Dia berada di tempat yang indah di Afrika, tampak senang, lalu tiba-tiba menghilang,” ujarnya. Keluarga menekankan bahwa mereka baru mengetahui kejadian tersebut ketika McCann menghubungi mereka sekitar sebelas jam setelah insiden, dan tidak ada komunikasi lanjutan dari pacarnya.

Selain keluarga, para pengikut Robinson di media sosial juga menyuarakan kekecewaan. Dalam posting terakhirnya pada 7 April, Robinson menuliskan, “Chapter 31 and I’m exactly where I need to be,” mengisyaratkan semangat positif menjelang perayaan ulang tahun. Sahabatnya, Alyssa Endres, menyebut bahwa tindakan bunuh diri tidak sesuai dengan karakter Robinson yang selalu ceria.

Pihak berwenang Zanzibar menolak memberikan komentar lebih lanjut, sementara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan sedang memantau situasi. Pemeriksaan video pengamanan hotel diharapkan dapat mengonfirmasi kronologi perselisihan dan pergerakan pasangan sebelum kejadian tragis. Sementara itu, McCann mengklaim bahwa ia kembali ke vila bersama petugas keamanan untuk memeriksa kondisi pacarnya dan menemukan tubuhnya tergantung pada pintu.

Media internasional, termasuk CBS News dan BBC, melaporkan bahwa polisi Zanzibar menegaskan McCann bukan tersangka utama, melainkan saksi yang masih berada dalam proses pemeriksaan. Namun, keluarga menuntut transparansi penuh, menolak spekulasi bahwa kematian Robinson merupakan bunuh diri. “Tidak ada hal yang masuk akal jika itu adalah keputusan pribadi,” ujar Harry Robinson, ayah Ashlee. “Kita butuh bukti jelas, bukan asumsi.”

Kasus ini menyoroti risiko perjalanan internasional bagi influencer yang menggabungkan gaya hidup mewah dengan eksposur media sosial tinggi. Selain menimbulkan pertanyaan tentang keamanan pribadi, tragedi ini menimbulkan perdebatan mengenai peran platform digital dalam mengaburkan fakta dan memicu rumor tak berdasar.

Sejauh ini, otopsi resmi belum dipublikasikan, dan penyelidikan masih berlangsung. Keluarga Robinson berharap hasil investigasi dapat mengungkap kebenaran di balik kematian putri mereka, sementara pihak berwenang Zanzibar berjanji akan menindaklanjuti temuan secara menyeluruh.

Leave a Comment