Mirwan Suwarso Ungkap Filosofi Bayern Munchen Bawa Como 1907 Menembus Posisi Tak Wajar

IPD – 11 April 2026 | Presiden klub sepak bola Italia, Como 1907, Mirwan Suwarso mengungkapkan strategi utama yang mengantar timnya menancapkan kaki di zona Liga Champions pada pekan ke-31 musim 2025-2026. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media lokal, ia menjelaskan bahwa Como mengadopsi filosofi Bayern Munchen yang terkenal dengan slogan “Mia san Mia“. Filosofi tersebut menekankan pada identitas kuat, rasa kebanggaan, dan tekad untuk terus maju tanpa mengeluh.

Sejak promosi ke Serie A pada musim 2024-2025, Como 1907 telah menunjukkan peningkatan performa yang luar biasa. Pada titik penulisan artikel ini, klub yang dimiliki oleh Djarum Group berada di peringkat keempat dengan 58 poin, hanya selisih satu poin di atas Juventus yang menempati posisi kelima. Pencapaian ini jauh melampaui target awal yang ditetapkan oleh manajemen, yaitu finis di peringkat ketujuh.

Mirwan menegaskan, “Kami memulai musim ini dengan target realistis, namun semangat “Mia san Mia” memberi kami rasa percaya diri yang tak tergoyahkan. Identitas Bayern Munchen mengajarkan kami untuk selalu menjadi diri kami sendiri, bekerja keras, dan tidak terpengaruh oleh tekanan eksternal.” Ia menambahkan bahwa nilai-nilai tersebut telah diinternalisasi oleh seluruh elemen klub, mulai dari pemain inti hingga staf kebugaran.

Berikut beberapa poin utama yang diadopsi Como dari Bayern Munchen:

  • Kedisiplinan taktis: Setiap sesi latihan menekankan koordinasi antar lini, meniru pola permainan tekanan tinggi Bayern.
  • Pengembangan mental: Pelatih psikolog bekerja sama dengan pemain untuk menumbuhkan mental juara, serupa dengan budaya mental kuat Bayern.
  • Kepemilikan kolektif: Semua pihak, termasuk pemilik Djarum Group, merasa bertanggung jawab atas hasil tim, menciptakan rasa kebersamaan yang solid.

Selain filosofi, peran teknis Cesc Fabregas sebagai pelatih kepala juga sangat krusial. Fabregas, mantan gelandang Barcelona dan Chelsea, menekankan pentingnya fokus pada setiap pertandingan. Ia memperingatkan para pemain agar tidak terlalu berandai-andai tentang peluang Liga Champions, terutama menjelang laga melawan Inter Milan, pemuncak klasemen, pada pekan ke-32.

Sergi Roberto, gelandang asal Spanyol yang bergabung dengan Como pada musim 2025, menambahkan pandangannya. “Masuk ke Liga Champions berarti menciptakan sejarah bagi klub kami. Kami harus menjaga posisi keempat ini dengan konsistensi dan kebersamaan,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers.

Fabregas juga menyoroti peran winger muda Nicolas Kuehn, yang meskipun ambisius, harus tetap realistis. “Kuehn memiliki mimpi tinggi, namun kami tidak boleh menganggap diri lebih kuat dari klub seperti AC Milan, Inter Milan, atau Napoli. Tantangan utama adalah melawan diri kami sendiri,” kata Fabregas.

Statistik tim pada pekan ke-31 memperlihatkan peningkatan signifikan dalam beberapa aspek utama:

StatistikMusim 2024-2025Musim 2025-2026
Poin3158
Gol yang dicetak2246
Gol yang kebobolan2722
Posisi rata-rata144

Data tersebut menunjukkan peningkatan tajam dalam produktivitas serangan sekaligus perbaikan pertahanan. Kombinasi taktik agresif, mental juara, dan manajemen yang terstruktur menjadi kunci utama.

Namun, perjalanan Como belum selesai. Pada laga terakhir pekan ke-31, tim mengalami hasil imbang 0-0 melawan Udinese di markas lawan. Kekecewaan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi Mirwan dan Fabregas untuk memperbaiki performa sebelum menghadapi Inter Milan di kandang, Stadio Giuseppe Sinigaglia.

Mirwan menutup wawancara dengan pernyataan optimis, “Kami yakin berada di jalur yang tepat. Filosofi Bayern Munchen memberi kami identitas yang kuat, dan kami siap berjuang hingga akhir musim untuk mengamankan tiket ke Liga Champions. Semua pihak, mulai dari pemain, staf, hingga pendukung, harus tetap bersatu dalam mengejar mimpi bersama.”

Dengan dukungan pemilik, pelatih, dan pemain yang berkomitmen pada filosofi yang sama, Como 1907 tampak siap menantang tradisi klub-klub besar Italia dan menorehkan babak baru dalam sejarah sepak bola Italia.

Leave a Comment