IPD – 12 April 2026 | Melbourne City menegaskan dominasinya di A-League musim 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Wellington Phoenix di AAMI Park pada Minggu, 12 April. Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang rekor kemenangan beruntun sang juara bertahan menjadi tiga pertandingan berturut‑turut, tetapi juga menempatkan mereka kembali dalam persaingan ketat untuk posisi enam besar menjelang akhir reguler.
Gol pertama dicetak oleh Aziz Behich pada menit ke‑17 setelah bola meluncur rendah dan memantul dari pertahanan Phoenix, Isaac Hughes, yang akhirnya menempel di sudut gawang lawan. Gol penentu datang pada menit ke‑76 melalui Marcus Younis, yang memanfaatkan umpan terpotong dari Andreas Kuen untuk menaklukkan kiper Wellington, Josh Oluwayemi.
Wellington Phoenix, yang dipimpin interim manager Chris Greenacre, mengalami penurunan drastis dalam peluang mereka. Sebelumnya mereka sempat menancapkan harapan dengan kemenangan beruntun tiga laga, termasuk kemenangan historis melawan Melbourne Victory di kota Victoria. Namun pada pertandingan ini, Phoenix gagal mencetak satu tembakan yang tepat sasaran, menandai kegagalan ofensif yang signifikan.
“Kami harus mengandalkan hasil tim lain sekarang, namun tetap fokus pada urusan kami sendiri,” ujar Greenacre setelah laga. “Kami akan bangkit, menyiapkan diri untuk pertandingan krusial melawan Western Sydney Wanderers di Christchurch minggu depan.”
Pelatih Melbourne City, Aurelio Vidmar, menilai pertandingan sebagai contoh ketangguhan mental timnya. “Musim ini memang penuh liku, dan kami terus berjuang untuk posisi akhir yang menguntungkan. Kemenangan melawan Phoenix memberi kami dorongan penting menjelang dua laga terakhir,” kata Vidmar.
Berikut rangkuman singkat posisi klasemen setelah hasil ini:
- Melbourne City – 35 poin, peringkat 6
- Melbourne Victory – 36 poin, peringkat 5
- Newcastle Jets – 38 poin, peringkat 4
- Wellington Phoenix – 30 poin, peringkat 9
Dengan selisih lima poin dari posisi keenam, Phoenix kini berada di ambang keguguran playoff. Untuk tetap berpeluang, mereka harus menang dalam dua laga tersisa – melawan Western Sydney Wanderers di Christchurch dan melawan Macarthur FC di Perth – serta mengharapkan kedua tim di atas mereka (City dan Macarthur) mengalami kekalahan atau seri dalam pertemuan terakhir mereka. Selain itu, perbedaan selisih gol menjadi faktor penentu, mengingat Phoenix memiliki selisih gol yang kurang menguntungkan dibandingkan rival mereka.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi City dalam hal serangan. Tim Melbourne City mencatat 6 tembakan, 3 di antaranya tepat sasaran, sementara Phoenix hanya menghasilkan 4 tembakan dengan nol tepat sasaran. Kontak fisik di lapangan juga menjadi sorotan, dengan beberapa insiden benturan yang menambah ketegangan, termasuk luka di mulut pemain Phoenix Ifeanyi Eze setelah terlibat dalam duel dengan pemain City, German Ferreyra.
Penampilan individu menonjol selain gol, termasuk kontribusi Nathaniel Atkinson yang membantu menciptakan peluang awal untuk Behich, serta kehadiran Mathew Leckie yang kembali ke lapangan setelah cedera pinggul. “Senang melihat Leckie kembali, ia memberikan pengalaman dan kedalaman pada skuad kami,” tambah Vidmar.
Ke depan, Phoenix harus mengoptimalkan performa mereka di laga melawan Western Sydney Wanderers, yang saat ini berada di posisi terbawah klasemen. Pertandingan tersebut menjadi ujian penting bagi Greenacre untuk membuktikan ketangguhan timnya dalam situasi tekanan tinggi. Sementara itu, City akan berupaya menambah poin demi mengamankan posisi enam dan menyiapkan diri untuk babak playoff yang semakin dekat.
Secara keseluruhan, kemenangan Melbourne City atas Wellington Phoenix menambah ketegangan dalam perebutan tempat playoff A-League, menegaskan kembali kualitas tim juara bertahan sekaligus menyoroti krisis yang dihadapi Phoenix dalam upaya mempertahankan mimpi kejuaraan.
