IPD – 09 April 2026 | Palma de Mallorca, 8 April 2026 – RCD Mallorca mengukir sejarah dengan mengalahkan Real Madrid 2-1 dalam laga Liga Spanyol pekan ke-31. Gol penentu yang dicetak oleh Armando Muriqi pada menit ke-91 menambah dramatisasi kemenangan, sekaligus mengangkat tim asuhan Martín Demichelis keluar dari zona degradasi. Kemenangan ini memberikan napas lega bagi skuad Pulau Balear yang kini menatap sisa jadwal dengan keyakinan lebih besar, terutama pada laga-laga yang dijadwalkan di kandang Son Moix.
Sejak awal pertandingan, Real Madrid tampak berusaha mengendalikan tempo, namun pertahanan Mallorca yang disiplin berhasil menahan serangan-serangan berbahaya. Gol pembuka datang dari Real Madrid melalui serangan balik cepat, namun Mallorca membalas melalui gol balasan sebelum jeda. Kedua tim berjuang sengit hingga menit-menit akhir, ketika Muriqi berhasil menembus pertahanan Madrid dan mencetak gol kemenangan. Dengan hasil ini, Mallorca naik dari zona 17 ke posisi 15, mengurangi tekanan pada klasemen akhir.
Statistik menunjukkan perbedaan mencolok antara performa tim di rumah dan di luar. Dalam delapan pertandingan kandang yang tersisa, Mallorca telah mengumpulkan 25 poin dari total 31 poin yang diraih di Son Moix, menjadikannya tim dengan catatan terdepan ke-10 sebagai tuan rumah. Sebaliknya, di laga tandang, klub hanya mengumpulkan enam poin, menempati posisi terburuk ke-2 di antara tim tamu LaLiga EA Sports, di belakang Elche. Kondisi ini menegaskan pentingnya memanfaatkan setiap kesempatan di Son Moix.
Jadwal berikutnya menuntut Mallorca untuk menjaga konsistensi. Pada pekan ke-32, tim akan menjamu Rayo Vallecano, yang tengah berjuang menyelesaikan fase grup UEFA Conference League. Pekan selanjutnya, mereka akan menghadapi Valencia, dua laga yang dapat menjadi batu loncatan menuju keselamatan. Berikut adalah rangkaian pertandingan penting yang akan dihadapi Mallorca:
- Rayo Vallecano (kandang) – Pekan 32
- Valencia (kandang) – Pekan 33
- Villarreal (tandang) – Pekan 34
- Real Oviedo (tandang) – Pekan 35
Di sisi lain, Real Madrid masih bergulat dengan performa yang tidak memuaskan. Setelah mengalami kekalahan beruntun melawan Bayern Munich pada laga leg pertama Liga Champions, Los Blancos juga gagal mengamankan tiga poin melawan Mallorca. Kegagalan ini menurunkan posisi mereka ke peringkat kedua, tertinggal tujuh poin dari rival bebuyutan, Barcelona. Selain masalah taktis, skuad Madrid juga tengah menghadapi krisis internal; rumor tentang pergantian di jajaran manajerial dan kemungkinan keluarannya José Ángel Sánchez, direktur umum yang telah lama melayani klub, menambah ketidakpastian.
Pelatih Álvaro Arbeloa, yang kini memimpin tim, harus menemukan cara mengembalikan kepercayaan pemain setelah dua kekalahan beruntun. Cedera pada penyerang utama serta skorsing pemain kunci seperti Franco Mastantuono memperparah situasi. Meskipun demikian, Madrid masih mengandalkan talenta muda seperti Jude Bellingham dan Eder Militao untuk mengisi kekosongan kreatif di lini tengah.
Persaingan di puncak klasemen semakin ketat. Barcelona, yang berada di puncak, menekan Real Madrid dengan selisih poin yang terus menyusut. Jika Los Blancos tidak segera memperbaiki hasil, peluang mereka meraih gelar LaLiga 2025-26 bisa menjadi sangat tipis. Di sisi lain, kemenangan Mallorca menjadi bukti bahwa kejutan masih dapat terjadi di liga yang kompetitif ini, terutama bila tim memanfaatkan keunggulan kandang.
Secara keseluruhan, hasil 2-1 melawan Real Madrid bukan sekadar tiga poin tambahan bagi Mallorca, melainkan simbol kebangkitan moral tim. Dengan dukungan pendukung setia di Son Moix, serta strategi taktis Martín Demichelis yang menitikberatkan pada pertahanan rapat dan serangan balik cepat, Mallorca memiliki peluang realistis untuk mengamankan tempatnya di LaLiga pada akhir musim. Bagi Real Madrid, tantangan berikutnya adalah mengatasi krisis internal dan menata kembali formasi agar dapat bersaing kembali di puncak klasemen.
Dengan sisa jadwal yang menantang, kedua tim kini berada pada persimpangan penting. Mallorca berupaya memperkuat posisi mereka di zona aman, sedangkan Real Madrid harus menemukan formula kemenangan kembali demi menghalau ancaman dari Barcelona dan mengembalikan kejayaan klub.
