Malam Paskah 2024: PSI Gelar Perayaan Besar, Grace Natalie Tekankan Toleransi; Manado Siapkan Paskah Nasional 2026

IPD – 09 April 2026 | Jakarta, 8 April 2024 – Malam Paskah tahun ini menjadi panggung dialog kebudayaan dan politik di Indonesia. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyelenggarakan perayaan Paskah yang menonjolkan nilai toleransi, sementara pemerintah menyiapkan Paskah Nasional 2026 di Manado sebagai simbol persatuan bangsa.

Acara yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta itu dihadiri ratusan relawan, tokoh agama, dan aktivis sosial. Upacara dimulai dengan pembacaan Injil, nyanyian pujian, serta pertunjukan seni tradisional yang menampilkan keragaman budaya Indonesia. Suasana khidmat berpadu dengan semangat kebersamaan, menegaskan bahwa malam Paskah tidak hanya dirayakan oleh satu komunitas saja.

Dalam sambutannya, Grace Natalie, ketua umum PSI, menekankan pentingnya menumbuhkan budaya toleransi di tengah dinamika sosial‑politik. Ia mengatakan, “Paskah mengajarkan tentang pengorbanan, pengampunan, dan harapan baru. Nilai‑nilai itu harus menjadi landasan bagi seluruh warga Indonesia, terlepas dari perbedaan agama, suku, atau latar belakang ekonomi.” Grace juga menyoroti peran pemuda dalam menjaga kerukunan, mengajak mereka menjadi agen perubahan yang menyebarkan pesan damai melalui media sosial dan kegiatan kemasyarakatan.

Tak lama setelah itu, Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan mengumumkan bahwa Manado, Sulawesi Utara, akan menjadi tuan rumah Paskah Nasional 2026. Pilihan lokasi ini dipandang strategis karena wilayah tersebut dikenal sebagai contoh hidup keberagaman, di mana komunitas Kristen, Muslim, dan kepercayaan lokal hidup berdampingan secara harmonis.

Penetapan Manado sebagai tuan rumah Paskah Nasional diharapkan dapat:

  • Mengangkat citra Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi kebebasan beragama.
  • Mendorong peningkatan pariwisata religius, khususnya pada periode malam Paskah yang penuh simbolisme.
  • Memperkuat dialog antar‑umat melalui rangkaian kegiatan lintas agama selama empat hari perayaan.

Koordinator panitia Paskah Nasional 2026, Dr. Ahmad Riza, menyatakan, “Kami ingin Paskah 2026 menjadi momentum yang menegaskan kembali komitmen bangsa ini terhadap toleransi dan persatuan. Manado, dengan keberagaman etnis dan agamanya, menjadi panggung ideal untuk menampilkan nilai‑nilai tersebut kepada dunia.”

Sebagai bagian dari persiapan, pemerintah daerah Manado menginisiasi program pelatihan sukarelawan, revitalisasi tempat ibadah bersejarah, serta kampanye edukasi tentang sejarah Paskah di sekolah‑sekolah. Program tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan pada generasi muda.

Para ahli budaya menilai bahwa perayaan malam Paskah di Indonesia semakin mengadopsi elemen lokal, seperti pertunjukan tari tradisional, lampion yang melambangkan cahaya kebangkitan, dan makanan khas yang disajikan bersama keluarga. Integrasi ini memperkaya makna religius sekaligus memperkuat identitas kebangsaan.

Secara keseluruhan, rangkaian peristiwa malam Paskah 2024 mencerminkan upaya sinergis antara partai politik, lembaga pemerintahan, dan masyarakat sipil untuk menegakkan nilai toleransi. Dengan persiapan Paskah Nasional 2026 yang menargetkan Manado, Indonesia menegaskan posisinya sebagai contoh konkrit negara yang mengedepankan kebebasan beragama dan persatuan dalam keragaman.

Harapan ke depan, malam Paskah tidak hanya menjadi ritual keagamaan, melainkan platform dialog budaya yang memperkuat ikatan antar‑umat, menjadikan Indonesia lebih solid menghadapi tantangan global.

Leave a Comment