IPD – 11 Mei 2026 | Seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) bernama Arief Wibisono (25) dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (9/10/2026). Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana menyatakan bahwa tim langsung dikerahkan setelah menerima informasi tentang pendaki yang tersesat.
Arief diduga berada di jalur Pasir Kuda, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari. “Tim rescue Kantor SAR Bandung diberangkatkan untuk melaksanakan asesmen dan pencarian bersama unsur SAR gabungan yang telah berada di lokasi,” kata Ade.
Arief bersama dua orang temannya mendaki Gunung Puntang pada Sabtu. Ketiganya mulai mendaki sekitar pukul 07.45 WIB menuju Puncak Mega. Mereka baru tiba di puncak sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah beristirahat selama satu jam, Arief bersama dua temannya memutuskan turun menuju basecamp.
Namun, Arief berjalan lebih dulu sehingga berpisah dari kedua rekannya. Ketika dua temannya tiba di basecamp pukul 16.00 WIB, Arief belum kunjung tiba. “Pencarian mandiri bersama ranger basecamp sempat dilakukan pada Sabtu dan hingga pukul 22.00 WIB, namun korban belum ditemukan,” katanya.
Kantor SAR Bandung langsung mengirim satu tim rescue ke lokasi untuk bergabung melakukan asesmen dan pencarian bersama tim gabungan yang sudah berada di lapangan. Operasi pencarian melibatkan Kantor SAR Bandung, Brimob, dan Tim Ranger Pasir Kuda.
Tim yang dikerahkan dibekali peralatan mountaineering, alat komunikasi, perlengkapan medis, serta kendaraan rescue. “Hingga saat ini proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan,” pungkas Ade.
Upaya pencarian terus dilakukan untuk menemukan Arief. Tim SAR gabungan berharap dapat menemukan korban dalam keadaan selamat.
Kasus ini menjadi peringatan bagi para pendaki untuk selalu berhati-hati dan tidak meninggalkan rombongan saat melakukan pendakian. Pentingnya komunikasi dan koordinasi antar anggota rombongan juga sangat ditekankan.
Dalam beberapa kasus, pendaki yang tersesat dapat mengalami cedera atau bahkan meninggal dunia. Oleh karena itu, penting bagi para pendaki untuk selalu mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan pendakian.
Dengan demikian, diharapkan para pendaki dapat menikmati keindahan alam dengan aman dan nyaman.
