Ivory Coast Dominasi 4-0 atas South Korea dalam Persiapan Piala Dunia 2026: Son Heung-min Kembali ke Tanah Inggris

IPD – 29 Maret 2026 | Pertandingan persahabatan antara Tim Nasional Korea Selatan dan Ivory Coast di Stadium MK, Milton Keynes pada 28 Maret 2026 berakhir dengan kemenangan meyakinkan bagi tim Afrika Barat, 4-0. Laga ini dijadikan ajang uji coba akhir menjelang Piala Dunia FIFA 2026 bagi kedua belah pihak. Meskipun Korea Selatan mengandalkan pengalaman Son Heung-min yang kembali menjejakkan kaki di Inggris setelah pindah ke LAFC, timnya tak mampu menahan serangan beruntun para pemain muda Ivory Coast yang berkarier di liga Eropa.

Skor akhir 4-0 dicapai lewat empat gol yang diraih oleh Evann Guessand (35′), Simon Adingra (menit tambahan pertama babak pertama), Martial Godo (62′), dan Wilfried Singo (menit tambahan tiga babak kedua). Semua gol dicetak oleh pemain Ivory Coast yang berada di klub-klub top Eropa: Guessand dipinjamkan ke Crystal Palace dari Aston Villa, Adingra bermain di Monaco, Godo berlabuh di Strasbourg, dan Singo menempati posisi bek kiri di Galatasaray. Penampilan mereka menunjukkan bahwa generasi baru gajah putih tengah menebarkan pengaruhnya di kancah sepak bola internasional.

Son Heung-min, yang sebelumnya menjadi ikon Tottenham Hotspur dan kini berlabuh di LAFC, memulai pertandingan dari bangku cadangan. Ia mendapat panggilan masuk pada menit ke-58 bersama Lee Kang-in, dengan harapan pelatih Hong Myung-bo dapat mengurangi defisit dua gol. Sayangnya, Son tidak berhasil menciptakan peluang berarti, dan justru Ivory Coast menambah gol ke-3 lewat Martial Godo hanya empat menit setelah masuknya Son. Pada menit 90+3, Singo menutup tirai dengan gol keempat, mengukuhkan dominasi gajah putih di akhir pertandingan.

Selain Son, Amad, penyerang Manchester United yang menjadi andalan Ivory Coast, juga memulai dari bangku cadangan. Ia masuk pada menit ke-60 dan segera berkontribusi dengan memberikan assist kepada Singo. Penampilan Amad yang tenang dan terkontrol menunjukkan bahwa pelatih Emerse Faé mungkin sengaja menahan pemain bintang untuk melindungi kebugarannya menjelang fase grup Piala Dunia.

Secara taktis, Ivory Coast mengadopsi formasi 3-4-3 yang dipimpin oleh pelatih Emerse Faé. Garis pertahanan tiga pemain memberi kebebasan bagi sayap sayap menyerang untuk melancarkan serangan cepat, sementara lini tengah menekan tinggi dan memaksa pertahanan Korea Selatan berjuang. Korea Selatan, di sisi lain, menggunakan formasi 3-4-2-1 dengan fokus pada pertahanan terorganisir, namun kurangnya kreativitas di lini tengah membuat mereka mudah tertekan.

  • 35′ – Evann Guessand membuka keunggulan dengan tembakan tajam dari dalam kotak penalti.
  • 45+1′ – Simon Adingra menambah gol kedua tepat sebelum jeda babak pertama.
  • 62′ – Martial Godo memperlebar selisih lewat gol dari tendangan sudut.
  • 90+3′ – Wilfried Singo menutup skor dengan gol tambahan di tambahan waktu.

Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Ivory Coast menguasai penguasaan bola sekitar 58% dan menciptakan 18 tembakan, dengan 9 di antaranya tepat sasaran. Korea Selatan hanya menghasilkan 5 tembakan, tanpa satupun yang mengarah ke gawang lawan. Kedua tim masing-masing menurunkan skuad yang dipenuhi pemain berpengalaman di liga top dunia, namun perbedaan dalam eksekusi teknis dan kecepatan transisi menjadi faktor penentu.

Pertandingan ini juga menjadi sorotan karena kehadiran ribuan suporter Tottenham di antara kerumunan penonton, menunggu kesempatan melihat Son Heung-min secara langsung di tanah kelahiran klubnya. Meskipun Son tidak menghasilkan gol, kehadirannya tetap memberikan sentuhan emosional bagi para fans yang mengapresiasi kontribusi sang legenda bagi Tottenham dan timnas Korea Selatan.

Ke depan, Korea Selatan akan melanjutkan persiapan dengan menghadapi Austria pada 31 Maret 2026, sementara Ivory Coast akan menutup rangkaian uji coba melawan Skotlandia pada tanggal yang sama. Kedua tim berharap dapat menyempurnakan taktik dan menambah kebugaran sebelum memasuki fase grup Piala Dunia 2026, di mana Korea Selatan berada di Grup A bersama tim perwakilan UEFA Path D (Ceko atau Denmark), dan Ivory Coast berada di Grup E bersama Jerman dan dua tim lainnya.

Kesimpulannya, kemenangan 4-0 atas Korea Selatan menegaskan bahwa Ivory Coast masuk Piala Dunia dengan momentum positif, didukung oleh generasi pemain muda yang telah terbukti mampu bersaing di level tertinggi. Bagi Korea Selatan, kekalahan ini menjadi peringatan akan perlunya memperbaiki lini serang serta meningkatkan ketajaman dalam menghadapi tim-tim kuat di ajang global.

Leave a Comment