IPD – 05 April 2026 | Ketegangan antara India dan Hong Kong kini tidak hanya terbatas pada bidang politik atau ekonomi, melainkan juga merambah ke ranah kebijakan perjalanan dan kesehatan publik. Kedua wilayah tersebut memperkenalkan serangkaian peraturan baru yang memengaruhi ribuan pelancong setiap harinya, terutama di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. Kebijakan terbaru Hong Kong tentang kata sandi perangkat dan pembatasan penerbangan yang diberlakukan di India, khususnya di kota Kolkata, menjadi sorotan utama karena keduanya saling memengaruhi dalam pola mobilitas regional.
Hong Kong baru-baru ini mengumumkan aturan ketat mengenai penggunaan kata sandi pada perangkat elektronik yang dibawa masuk ke wilayahnya. Menurut informasi resmi, setiap perangkat yang masuk harus dilengkapi kata sandi yang kuat, dengan kombinasi huruf, angka, serta simbol, serta wajib diperbarui secara berkala. Aturan ini bertujuan meningkatkan keamanan siber serta mencegah penyebaran malware yang dapat memengaruhi infrastruktur kritis di kota tersebut. Bagi pelancong, khususnya warga India yang sering bepergian ke Hong Kong untuk urusan bisnis atau pariwisata, perubahan ini berarti harus menyiapkan perangkat mereka dengan standar keamanan yang lebih tinggi sebelum berangkat.
Sementara itu, di India, situasi di kota Kolkata mencerminkan tantangan yang berbeda namun saling terkait. Sejak awal tahun 2020, bandar udara Internasional Netaji Subhas Chandra Bose (NSCBI) menerapkan protokol skrining ketat bagi penumpang yang datang dari wilayah yang terinfeksi COVID-19, termasuk Hong Kong, Singapura, dan Bangkok. Pada awalnya, penerbangan dari China masih diizinkan, namun sejak Januari 2020 semua penerbangan dari negara tersebut dihentikan, dan sejak pertengahan tahun 2020, penerbangan domestik dari kota besar seperti Delhi, Mumbai, dan Chennai juga diblokir selama beberapa minggu untuk mengendalikan penyebaran virus.
Berikut ini rangkaian pembatasan utama yang diterapkan di Kolkata:
- Pemeriksaan suhu tubuh dan tes PCR bagi semua penumpang internasional.
- Pembatasan penerbangan domestik dari enam kota utama (Delhi, Mumbai, Pune, Chennai, Nagpur, dan Ahmedabad) yang diperpanjang hingga pertengahan Agustus 2020.
- Penerbangan IndiGo ke Guangzhou dihentikan sejak awal Februari 2020.
- Isolasi wajib bagi penumpang yang menunjukkan gejala atau hasil tes positif.
Langkah-langkah ini berdampak signifikan pada arus wisatawan India ke Hong Kong. Dengan penerbangan yang terbatas dan prosedur karantina yang ketat, banyak pelancong memilih menunda atau membatalkan rencana perjalanan. Di sisi lain, kebijakan keamanan perangkat Hong Kong menambah beban administratif bagi pelancong yang harus memastikan perangkat mereka memenuhi standar kata sandi baru.
Selain itu, situasi di Kolkata juga memunculkan tantangan operasional di sektor logistik. Maskapai penerbangan nasional Air India serta afiliasinya, Alliance Air, meningkatkan frekuensi penerbangan kargo untuk mengirimkan peralatan medis dan obat-obatan ke wilayah yang terdampak. Hal ini menunjukkan bahwa meski penumpang dibatasi, aliran barang penting tetap dijaga agar tidak terhambat.
Penggabungan kebijakan keamanan siber Hong Kong dengan protokol kesehatan India menciptakan lanskap perjalanan yang kompleks. Bagi pelaku industri pariwisata, adaptasi cepat menjadi keharusan. Agen perjalanan kini harus menyediakan panduan lengkap tentang persyaratan kata sandi perangkat, prosedur tes COVID-19, serta opsi karantina di kedua negara. Sementara pemerintah masing-masing harus memastikan koordinasi lintas negara untuk menghindari duplikasi aturan yang dapat memperberat beban pelancong.
Secara keseluruhan, dinamika antara India dan Hong Kong pada masa pandemi menyoroti pentingnya sinergi antara kebijakan keamanan digital dan kesehatan publik. Kedua wilayah harus terus meninjau dan menyesuaikan regulasi mereka, mengingat dampak langsung pada mobilitas manusia, perdagangan, dan pertukaran budaya. Dengan pendekatan yang terintegrasi, diharapkan hubungan perjalanan antara India dan Hong Kong dapat kembali pulih secara aman dan berkelanjutan.
