IPD – 26 Maret 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Kamis, 26 Maret 2026, menutup dengan penurunan 1,89% ke level 7.164,09. Penurunan ini menandai tekanan signifikan setelah indeks sempat mencapai level tertinggi 7.323,70 pada sesi yang sama, dan menempatkan IHSG dekat ambang batas psikologis 6.900, yang menjadi sorotan investor.
Faktor Pemicu Utama
Berbagai faktor eksternal berkontribusi pada koreksi ini. Analis PT MNC Sekuritas menilai bahwa sentimen global terguncang setelah Iran menolak tawaran gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat, memicu aksi jual di pasar Asia. Di sisi lain, nilai tukar Rupiah terus tertekan di sekitar Rp16.885 per dolar, menambah beban bagi perusahaan yang bergantung pada impor. Harga minyak mentah WTI tetap tinggi di level $92,10 per barel, menekan sektor energi dan memperburuk tekanan inflasi.
Data Perdagangan Hari Itu
- Total frekuensi perdagangan: 1.725.786 kali
- Volume perdagangan: 31,1 miliar saham
- Nilai transaksi harian: Rp32,3 triliun
- Saham berwarna merah: 380
- Saham naik: 292
- Saham netral: 148
Transaksi terbesar tercatat pada saham PT FAP Agri Tbk (FAPA) dengan nilai harian Rp18,8 triliun, naik 6,12% menjadi Rp6.500 per lembar.
Sektor Terpengaruh
Sektor energi memimpin koreksi, dengan penurunan tajam pada saham-saham energi utama. Sebaliknya, sektor transportasi menjadi satu-satunya yang mencatatkan kenaikan signifikan, dipicu lonjakan 20,55% pada saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Sektor kesehatan juga tetap berada di zona hijau tipis dengan penguatan 0,01%, didukung oleh kenaikan MTMH (+16,24%) dan OMED (+5,56%).
Saham perbankan menjadi beban utama indeks. Bank Mandiri (BMRI) turun 1,41% ke Rp4.900, sementara Bank BRI (BBRI) melemah 1,13% ke Rp3.500. Telkom (TLKM) dan Astra International (ASII) juga mengalami penurunan masing-masing 3,64% dan 4,55%.
Perbandingan dengan Sesi I
Data lain menunjukkan bahwa pada sesi I, IHSG turun 1,21% ke level 7.214,08, dipengaruhi oleh tekanan makroekonomi yang sama: Rupiah lemah dan harga minyak tinggi. Pada sesi tersebut, total nilai transaksi tercatat Rp25,95 triliun dengan volume 19,59 miliar saham. Top Gainers di sesi I meliputi TALF (+25,00%), SSTM (+24,80%) dan POLI (+24,04%). Sementara ROCK menjadi top loser dengan penurunan -15,00%.
Implikasi ke Depan
Para analis memperkirakan tekanan ini dapat berlanjut pada hari perdagangan berikutnya, terutama jika konflik geopolitik di Timur Tengah tetap tidak terselesaikan dan nilai tukar Rupiah tidak stabil. Investor disarankan untuk memperhatikan likuiditas di sektor energi dan memperketat manajemen risiko pada portofolio yang mengandung saham-saham blue chip.
Secara keseluruhan, penurunan IHSG pada 26 Maret 2026 mencerminkan kombinasi faktor eksternal yang kuat dan tekanan domestik yang berkelanjutan. Kondisi ini menuntut perhatian khusus dari pelaku pasar untuk menyesuaikan strategi investasi mereka dalam menghadapi volatilitas yang dipicu oleh dinamika geopolitik dan ekonomi global.
