IPD – 03 April 2026 | Klasemen tim Moto3 musim 2026 semakin memanas, dan sorotan utama kini tertuju pada performa Honda Team Asia yang kini berada di luar lima besar. Sementara itu, dua pembalap yang pernah berada di bawah asuhan mantan manajer Marc Marquez mencuri perhatian dengan hasil konsisten dan poin tinggi, menempatkan mereka di antara tim‑tim terkuat musim ini.
Sejak awal pekan balapan, Honda Team Asia mengalami tantangan teknis dan strategi yang menghambat kecepatan tim. Meskipun mengandalkan mesin V4 yang dikenal andal, tim gagal menyesuaikan setelan suspensi pada trek berpasir di Valencia, mengakibatkan posisi akhir di luar zona poin pada dua balapan pertama. Kekurangan ini membuat mereka berada di posisi ke‑7 dengan total 84 poin, tertinggal 23 poin dari tim teratas yang menduduki posisi pertama.
Di sisi lain, dua rider yang dulu dibimbing oleh mantan manajer Marc Marquez, yakni Rizky Pratama dan Yusuf Hidayat, menunjukkan performa yang mengesankan. Rizky, yang bergabung dengan tim Red Bull Racing Honda, berhasil meraih podium pertama pada Grand Prix Catalunya, menambah 25 poin ke totalnya yang kini mencapai 112 poin. Yusuf, yang berkompetisi untuk Team Ari Moto3, konsisten menempati posisi top‑5 selama empat seri berturut‑turut, mengumpulkan 98 poin secara keseluruhan.
Berikut merupakan ringkasan klasemen tim Moto3 2026 hingga putaran ke‑8:
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Red Bull Racing Honda | 212 |
| 2 | Team Ari Moto3 | 198 |
| 3 | Leopard Mansion Team | 176 |
| 4 | Sky Team VR46 | 164 |
| 5 | FTR Moto3 | 152 |
| 6 | Red Bull Racing KTM | 139 |
| 7 | Honda Team Asia | 84 |
| 8 | Tech 3 Moto3 | 71 |
| 9 | Gresini Moto3 | 58 |
| 10 | Team Miche Moto3 | 45 |
Analisis para pengamat menyoroti bahwa keberhasilan Rizky Pratama dan Yusuf Hidayat bukan sekadar kebetulan. Kedua pembalap tersebut memanfaatkan pendekatan pelatihan yang dipengaruhi oleh filosofi manajer Marc Marquez, yang menekankan disiplin mental, analisis data real‑time, dan adaptasi cepat terhadap kondisi trek. Selain itu, dukungan teknis dari tim mereka memungkinkan pemilihan ban yang optimal serta penyesuaian gearbox yang tepat pada setiap lintasan.
Untuk Honda Team Asia, tantangan berikutnya adalah memperbaiki koordinasi antara tim teknik dan rider. Tim telah mengumumkan perubahan pada staf teknis utama serta penambahan simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics) untuk meningkatkan aerodinamika motor. Jika perbaikan ini dapat diimplementasikan secara efektif, ada peluang bagi mereka untuk kembali masuk lima besar sebelum akhir musim.
Secara keseluruhan, musim Moto3 2026 menampilkan dinamika kompetisi yang menarik. Sementara Honda Team Asia harus berjuang keluar dari zona menengah, dua mantan bintang di bawah asuhan mantan manajer Marquez menjadi contoh bagaimana strategi pelatihan yang terstruktur dapat mengubah nasib rider di level dunia. Penutupnya, persaingan di puncak klasemen masih terbuka lebar, dan para penggemar dapat mengharapkan aksi spektakuler di sirkuit-sirkuit berikutnya.
