IPD – 12 April 2026 | Sabtu malam (11 April 2026), stadion Beira-Rio menjadi saksi pertempuran klasik antara Grêmio dan Internacional dalam putaran ke-11 Brasileirão 2026. Pertandingan yang menjadi derby keempat musim ini sekaligus penampilan pertama kedua tim di level nasional ini berlangsung dengan intensitas tinggi, meskipun berakhir tanpa gol. Kedua kubu menempati posisi menengah klasemen; Inter berada di urutan ke-11 dengan 12 poin, sementara Grêmio berada tepat di bawahnya di urutan ke-13 berkat selisih gol yang lebih buruk.
Derby Gre-Nal ini menjadi sorotan utama karena menandai kontras antara performa tim di kompetisi domestik dan regional. Sebelumnya, keduanya sudah bertemu tiga kali dalam Kejuaraan Negara Bagian: Inter memenangkan laga pertama 4-2, Grêmio mengamuk di leg pertama final 3-0, dan pertandingan penentu (decider) berakhir imbang 1-1 yang memberikan gelar juara kepada Tricolor. Keberhasilan Inter dalam tiga pertemuan tersebut menambah tekanan pada Grêmio menjelang laga liga.
Pelatih Internasioal, Paulo Pezzolano, melakukan perubahan signifikan pada susunan pemain. Ia menurunkan Victor Gabriel, Matheus Bahia, dan Paulinho, dan menurunkan masuk Félix Torres, Bruno Henrique, serta Alan Patrick. Pergantian ini bertujuan menambah kreativitas di lini serang setelah kemenangan tipis 1-0 atas Corinthians di laga sebelumnya.
Sementara itu, pelatih Grêmio, Luís Castro, menyesuaikan formasi dengan mengembalikan sejumlah pemain yang sempat absen. Pavón, Gustavo Martins, Viery, Pedro Gabriel, Juan Nardoni, Amuzu, dan Carlos Vinícius masuk ke dalam starting XI, menggantikan Marcos Rocha, Balbuena, Kannemann, Caio Paulista, Riquelme, Enamorado, dan Braithwaite. Castro berharap kehadiran pemain-pemain ini dapat mengembalikan kestabilan defensif dan menambah opsi serangan setelah kekalahan 1-0 melawan Montevideo City di Copa Sudamericana.
Meski kedua tim menampilkan susunan pemain baru, serangan tidak berhasil menembus gawang lawan. Kedua belah pihak menciptakan beberapa peluang, namun pertahanan masing-masing berhasil menahan tekanan. Penjaga gawang Internasioal, Victor Gabriel, melakukan penyelamatan penting pada menit ke-37, sementara Grêmio mengandalkan penampilan solid Carlos Vinícius di lini belakang.
Berikut rangkuman statistik penting pertandingan:
| Statistik | Internacional | Grêmio |
|---|---|---|
| Possession | 48% | 52% |
| Shots on Target | 3 | 2 |
| Fouls | 12 | 14 |
| Yellow Cards | 2 | 3 |
Selain hasil imbang, pertandingan ini menambah catatan penting bagi Internacional: klub kini telah mencatat lima pertandingan beruntun tanpa kekalahan di Brasileirão, memperkuat posisi mereka di tengah klasemen. Rekor ini menjadi bukti konsistensi tim di bawah asuhan Pezzolano, meski tekanan tetap tinggi mengingat persaingan ketat di zona tengah.
Di sisi lain, Grêmio masih berjuang keluar dari zona degradasi. Kekalahan pada pertandingan sebelumnya di Copa Sudamericana serta hasil imbang di liga menambah beban pada tim. Castro menegaskan bahwa rotasi pemain dan penyesuaian taktik akan menjadi kunci untuk menghindari terjun lebih dalam ke zona relegasi.
Dengan jadwal pertandingan yang padat, kedua tim akan melanjutkan perjuangan mereka dalam beberapa minggu ke depan. Internasioal dijadwalkan menghadapi tim tengah lainnya dalam laga mendatang, sementara Grêmio akan kembali berhadapan dengan lawan yang berambisi naik klasemen. Kedua pelatih diperkirakan akan terus mengoptimalkan skuad, terutama dengan memperhatikan performa pemain baru yang masuk.
Kesimpulannya, derby Gre-Nal 2026 di Beira-Rio memperlihatkan persaingan yang ketat antara dua raksasa Brasil. Meskipun berakhir tanpa gol, pertandingan ini memberikan gambaran jelas tentang kondisi formasi, taktik, dan ambisi kedua klub. Internasioal berhasil memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka, sementara Grêmio harus segera menemukan solusi untuk menghindari perangkap zona degradasi. Pertarungan selanjutnya akan menentukan apakah salah satu klub dapat mengubah dinamika klasemen dan melaju ke posisi yang lebih menguntungkan pada sisa musim Brasileirão.
