IPD – 12 April 2026 | Sabtu (10/4/2026) malam di Stadion Santiago Bernabeu, Real Madrid harus menelan hasil imbang 1-1 setelah dijegal oleh tim tamu Girona FC. Gol pertama Real Madrid dicetak oleh Federico Valverde lewat tembakan jarak menengah di babak kedua, namun respons cepat Girona datang dari Thomas Lemar yang menyeimbangkan kedudukan lewat tembakan akurat dari luar kotak penalti. Kedua gol tersebut menjadi sorotan utama dalam laga yang sekaligus memicu perdebatan sengit mengenai keputusan VAR di menit-menit akhir pertandingan.
Sejak peluit pertama, Real Madrid menunjukkan tekanan agresif, mengandalkan kecepatan Kylian Mbappé dan kreativitas Alejandro Frances. Namun, pertahanan Girona yang disiplin berhasil menahan serangan demi serangan, memaksa Los Blancos menunggu kesempatan. Pada menit ke-55, Valverde memanfaatkan ruang di sisi kanan lapangan, menembakkan bola ke sudut atas gawang Lunin, memberi Real Madrid keunggulan 1-0.
Tak lama setelah itu, Girona bangkit dengan serangan balik. Lemar, yang sebelumnya dikenal sebagai pemain sayap, menembus lini pertahanan Madrid dan menembak dengan kaki kiri dari luar kotak penalti, mengirim bola ke sudut kiri bawah gawang, menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-65. Gol tersebut memperlihatkan efektivitas taktik kontra cepat yang diusung oleh pelatih interim Alvaro Arbeloa.
Kontroversi muncul pada menit ke-88 ketika Mbappé terjatuh setelah kontak dengan bek Girona, Alejandro Frances. VAR meninjau insiden tersebut namun memutuskan tidak memberikan penalti, memicu reaksi keras dari Arbeloa yang menyebut keputusan itu “tidak konsisten” dan “menyiksa tim”. Arbeloa menuduh bahwa VAR hanya berintervensi ketika menguntungkan pihak tertentu, menambah tekanan pada federasi sepak bola Spanyol untuk meningkatkan transparansi.
Hasil imbang ini menurunkan poin Real Madrid menjadi 70 poin, enam poin di belakang pemuncak klasemen sementara, Barcelona, yang masih memiliki satu laga sisa. Dengan hanya tujuh putaran pertandingan tersisa, selisih enam poin membuat peluang Real Madrid merebut gelar La Liga semakin tipis. Sementara itu, Girona yang saat ini berada di posisi menengah klasemen, berhasil mengumpulkan satu poin penting di lapangan tandang, menambah kepercayaan diri tim dalam beberapa laga mendatang.
Selain dampak pada klasemen domestik, hasil ini juga memengaruhi fokus Real Madrid di kompetisi Eropa. Tim asuhan Arbeloa akan melanjutkan perjuangan di perempat final Liga Champions melawan Bayern München. Leg pertama di Bernabeu berakhir dengan kekalahan 1-2, sehingga Real Madrid harus mengatasi tekanan besar untuk mengubah keadaan di Allianz Arena. Kegagalan di Madrid menambah beban mental pada para pemain, terutama Mbappé yang baru-baru ini mengalami cedera ringan.
Analisis taktis menunjukkan bahwa Girona berhasil mengeksekusi strategi bertahan-dan-serang dengan sangat efektif. Penggunaan formasi 4-2-3-1 memungkinkan mereka menutup ruang di tengah lapangan, memaksa Real Madrid mengandalkan sayap. Keberhasilan Lemar mencetak gol juga menegaskan pentingnya variasi serangan yang tidak hanya bergantung pada penyerang utama.
Di sisi lain, kritik terhadap Arbeloa semakin menguat. Sejak mengambil alih sebagai pelatih interim, ia belum mampu mengantarkan tim meraih kemenangan konsisten. Rekor sementara menunjukkan satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan di tiga laga terakhir La Liga. Tekanan publik dan media semakin menuntut perubahan, terutama setelah kegagalan dalam menambah poin melawan Girona.
Para pengamat menilai bahwa Real Madrid harus segera memperbaiki konsistensi permainan, terutama dalam menghadapi tim-tim yang menyiapkan taktik defensif ketat. Pemain kunci seperti Vinícius Júnior dan Luka Modrić diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih signifikan di sisa musim. Sementara itu, Girona dapat memanfaatkan momentum positif ini untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen, dengan harapan mengamankan tempat di zona Liga Eropa.
Secara keseluruhan, laga antara Real Madrid dan Girona FC menjadi titik balik penting dalam perjalanan kedua tim. Bagi Real Madrid, imbang ini menandai krisis gelar yang semakin nyata, menuntut perbaikan taktik, mental, dan kejelasan peran pemain. Bagi Girona, satu poin di Bernabeu membuktikan bahwa kerja keras dan disiplin taktik dapat menyaingi raksasa Spanyol. Kedepannya, pertarungan di papan atas La Liga dan panggung Eropa akan menjadi ujian sejati bagi kedua klub dalam menyelesaikan musim 2026/2027.
