IPD – 16 Juni 2026 | Indonesia baru saja mengalami gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,3 di Mindanao, Filipina. Gempa bumi ini terjadi pada pukul 17.18 Wita, Senin (15/6/2026) dan dirasakan sampai di Sulut. Menurut analisis BMKG, gempa bumi ini memiliki parameter update dengan M 6,2 dan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,99° Lintang Utara; 126,83° Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di laut wilayah 143 km Utara Pulau Karatung, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada kedalaman 93 km.
Sementara itu, di lereng Gunung Arjuno, Pasuruan, Jawa Timur, warga setempat menggelar tradisi sedekah bumi. Tradisi ini digelar 2 tahunan dan menjadi momentum penting bagi warga untuk menjaga warisan leluhur sekaligus mempererat tali kebersamaan. Warga ramai bergotong-royong mengarak ancak, gunungan besar berisi hasil bumi, jajanan pasar, lauk-pauk, hingga bahan pokok mengelilingi kampung.
Di bidang ekonomi, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melesat 5,03% atau 302,08 poin ke Rp 6.309 pada perdagangan sesi pertama, Senin (15/6). Saham-saham konglomerat serta saham pelat merah berpesta hari ini. Sebanyak 660 saham ditutup naik, 86 saham turun, dan 70 saham lainnya tidak bergerak.
Indeks Bisnis-27 juga dibuka di zona hijau pada level 423,55 pada perdagangan awal pekan, Senin (15/6/2026). Sejumlah saham seperti BRMS, BUMI, hingga DEWA menguat pagi ini. Emiten emas PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) menjadi salah satu emiten yang menguat pagi ini dengan kenaikan 12,26% ke level Rp595 per saham.
Kesimpulan, gempa bumi dan sedekah bumi merupakan dua peristiwa yang mengguncang Indonesia. Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,3 di Mindanao, Filipina, mengguncang Sulut, sementara sedekah bumi di lereng Gunung Arjuno, Pasuruan, Jawa Timur, menjadi tradisi yang mempererat tali kebersamaan warga. Di bidang ekonomi, IHSG dan Indeks Bisnis-27 mengalami kenaikan yang signifikan.
