GBP/USD Diperlukan Penutupan di Atas 1,3480 untuk Memicu Kenaikan Lebih Lanjut, Kata Analis UOB

IPD – 10 April 2026 | Para ekonom United Overseas Bank (UOB), Quek Ser Leang dan Lee Sue Ann, kembali menyoroti dinamika pasangan mata uang GBP/USD dalam sesi perdagangan terbaru. Menurut mereka, prospek jangka pendek masih mengarah positif setelah pound Inggris (GBP) berhasil menembus level 1,3450 pada awal pekan ini. Namun, kenaikan berkelanjutan tidak akan terwujud kecuali pasangan tersebut mampu menutup hari perdagangan di atas angka 1,3480.

UOB menegaskan bahwa level 1,3480 berperan sebagai titik kritis atau resistance utama. Jika penutupan harian berada di atas angka tersebut, maka momentum bullish dapat berlanjut menuju target selanjutnya di sekitar 1,3520. Sebaliknya, kegagalan menembus level ini dapat menahan pergerakan lebih tinggi dan memaksa pasangan kembali ke kisaran yang lebih sempit.

Berikut rangkuman utama analisis UOB:

  • Resistance utama: 1,3480 – diperlukan penutupan di atasnya untuk membuka jalan ke 1,3520.
  • Target jangka pendek: 1,3520 – tercapai bila resistance di atas terkonfirmasi.
  • Support kuat baru: 1,3330 – revisi naik dari 1,3280 setelah penurunan sebelumnya.
  • Support dasar: 1,3280 – tetap menjadi level pertahanan penting selagi belum digeser.
  • Kisaran intraday: 1,3390–1,3465 – diperkirakan menjadi zona pergerakan harian selama beberapa sesi ke depan.

Pada Rabu, 8 April 2024, spot GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1,3400. Pada saat itu, Quek Ser Leang mengingatkan bahwa meskipun reli jangka pendek tampak berlebihan, masih ada peluang bagi pound untuk menembus level 1,3480. Satu hari kemudian, pada 9 April, pasangan tersebut bergerak turun ke 1,3390 setelah sempat mencapai puncak 1,3485. Lee Sue Ann menegaskan bahwa risiko kenaikan tetap ada, tetapi penutupan di atas 1,3480 menjadi prasyarat penting sebelum perkiraan pergerakan ke 1,3520 dapat dipertimbangkan secara realistis.

Para ekonom juga menyoroti pentingnya level support 1,3280, yang mereka sebut sebagai “support kuat”. Selama level tersebut tetap terjaga, kemungkinan pound menutup di atas 1,3480 tetap terjaga. Namun, dalam penilaian terbaru, UOB memutuskan untuk mengangkat level support kuat ke 1,3330, menandakan bahwa zona support sebelumnya mulai menunjukkan kelemahan. Peningkatan ini memberikan bantalan tambahan bagi pasangan, sekaligus menambah beban psikologis bagi trader yang menunggu konfirmasi bullish.

Dalam konteks pasar global, pergerakan GBP/USD tidak lepas dari faktor-faktor eksternal seperti data inflasi Inggris, kebijakan moneter Bank of England, serta perkembangan ekonomi Amerika Serikat. Namun, analis UOB menekankan bahwa pada timeframe harian, aksi harga dan level teknikal menjadi penentu utama arah pergerakan. Mereka memperkirakan bahwa selama pound dapat mempertahankan atau melampaui level 1,3480 pada penutupan, tekanan beli akan kembali menguat, memicu pergerakan naik ke zona 1,3520 dan bahkan lebih tinggi.

Di sisi lain, jika pound gagal menutup di atas 1,3480, maka pasangan kemungkinan akan kembali menguji level support kuat di 1,3330. Penurunan di bawah angka tersebut dapat membuka jalan bagi koreksi lebih dalam, dengan potensi menguji level support berikutnya di 1,3280 atau bahkan lebih rendah tergantung pada sentimen pasar global.

UOB menilai bahwa pergerakan intraday dalam rentang 1,3390–1,3465 akan menjadi pola dominan selama beberapa sesi ke depan. Trader diharapkan untuk memperhatikan aksi harga di sekitar level resistance 1,3480 dan support kuat 1,3330, serta menyesuaikan posisi mereka dengan manajemen risiko yang ketat. Pada akhirnya, keputusan penutupan harian akan menjadi sinyal utama apakah pound berada pada jalur kenaikan berkelanjutan atau harus kembali ke zona konsolidasi.

Kesimpulannya, para ekonom UOB menegaskan pentingnya penutupan di atas 1,3480 sebagai kunci untuk membuka potensi kenaikan lebih lanjut pada GBP/USD. Selama level support kuat di 1,3330 tetap bertahan, peluang bullish tetap ada, namun kegagalan menembus resistance kritis dapat mengubah dinamika pasar menjadi lebih bearish dalam jangka pendek.

Leave a Comment