EUR/USD rebound dipertahankan di kisaran Jumat jelang akhir gencatan senjata Iran

IPD – 21 April 2026 | Pasangan mata uang euro terhadap dolar AS (EUR/USD) menunjukkan pemulihan kecil pada hari Senin, naik sekitar 0,2 persen dan diperdagangkan di sekitar 1,1790 selama sesi Eropa. Kenaikan ini terjadi setelah pasangan sempat menyentuh level terendah semalam di dekat 1,1730, menandakan adanya dorongan beli yang cukup untuk menahan penurunan lebih lanjut. Harga tetap berada dalam rentang yang dibentuk pada hari Jumat lalu, di mana EUR/USD berayun dari puncak enam minggu di atas 1,1840 hingga menutup di bawah 1,1780. Kenaikan moderat pada sesi Asia dan pembukaan London membantu mengembalikan harga ke tengah koridor tersebut.

Faktor geopolitik menjadi sorotan utama minggu ini. Gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran mendekati akhir pada hari Selasa, namun belum ada kesepakatan kerangka kerja yang terlihat. Pada hari Minggu, Angkatan Laut Amerika Serikat menyita sebuah kapal kargo Iran di Teluk Oman setelah menembak ruang mesin kapal tersebut. Penembakan ini terjadi sesaat setelah Iran menutup kembali Selat Hormuz dan menembak kapal komersial yang mencoba melintas. Eskalasi tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) lebih dari 6 persen, menembus $89 per barel.

Meski tekanan negatif terus mengalir, pasar valuta asing tampak enggan memproyeksikan skenario terburuk. Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan mendekati posisi terendah enam minggu, mencerminkan keyakinan pelaku pasar bahwa ada kemungkinan resolusi diplomatik yang dapat menurunkan ketegangan. Namun, optimisme ini tampak rapuh mengingat ketidakpastian yang masih menyertai proses negosiasi dan potensi konflik lanjutan di wilayah Timur Tengah.

  • Data ekonomi minggu ini cukup tipis, dengan Penjualan Ritel AS dijadwalkan pada hari Selasa dan data awal Purchasing Managers’ Index (PMI) global pada hari Kamis.
  • Stochastic RSI pada kerangka waktu 15 menit berada di level 82, menandakan kondisi overbought dan berpotensi memicu pull‑back minor sebelum pembeli kembali menguat.
  • Pada grafik harian, EUR/USD tetap di atas EMA 50‑hari dan EMA 200‑hari, mengindikasikan bias bullish jangka panjang meski terjadi koreksi harga baru-baru ini.

Dari perspektif teknikal, pasangan EUR/USD diperdagangkan di 1,1788 pada grafik 15 menit, tetap berada di atas level pembukaan harian 1,1749 yang berfungsi sebagai support awal. Penembusan di bawah level ini dapat membuka jalan bagi koreksi lebih dalam ke support dinamis sekunder di sekitar EMA 50‑hari (1,1669) dan EMA 200‑hari (1,1597). Di sisi atas, belum ada resistance signifikan yang teridentifikasi, sehingga pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh sinyal momentum dan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve serta Bank Sentral Eropa.

Investor juga memperhatikan perkembangan harga minyak sebagai indikator tambahan. Lonjakan WTI di atas $89 per barel menambah tekanan inflasi global, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga bank sentral. Jika harga minyak tetap tinggi, kemungkinan dolar AS akan menguat kembali, memberi tekanan pada EUR/USD. Sebaliknya, jika ketegangan di Selat Hormuz mereda dan pasar minyak stabil, pasangan euro‑dolar dapat melanjutkan rebound yang sedang berlangsung.

Secara keseluruhan, EUR/USD rebound berada dalam zona yang relatif stabil menjelang penutupan gencatan senjata Iran. Para pedagang harus memantau data ritel AS serta angka PMI global sebagai pemicu volatilitas tambahan. Selain itu, perkembangan geopolitik di kawasan Teluk dan pergerakan harga minyak tetap menjadi faktor kunci yang dapat mengubah arah pasangan ini dalam beberapa hari ke depan. Dengan dukungan teknikal di atas moving average jangka panjang dan sentimen dolar yang masih lemah, peluang bagi EUR/USD untuk menguji level resistance berikutnya di kisaran 1,1840 masih terbuka, asalkan tidak ada kejutan geopolitik signifikan.

Leave a Comment