IPD – 26 Mei 2026 | Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengalami perubahan besar. Salah satu emiten, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), akan melakukan penawaran tender sukarela (voluntary tender offer/VTO) saham dengan harga Rp 45.000 per saham. Langkah ini merupakan bagian dari rencana go private dan delisting saham SUPR yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 Mei 2026.
Sementara itu, PT Medela Potentia Tbk (MDLA) melalui entitas anak Dynamic Argon Co., Ltd. (DAC) memperkuat posisinya sebagai mitra distribusi produk healthcare di Kamboja melalui kolaborasi dengan Hisamitsu Pharmaceutical Co., Ltd. dari Jepang. Kolaborasi ini mencakup distribusi nasional Salonpas Pain Relief Patch dan Salonsip Gel-Patch melalui jaringan DAC.
Di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertengger di level 6.162,04 pada penutupan perdagangan Jumat (22/5/2026). PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) menjadi emiten top gainers dalam sepekan setelah naik 29,36% dalam sepekan atau 18-22 Mei 2026. Sementara itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi emiten top losers setelah ambles 53,49% dalam sepekan atau 18-22 Mei 2026.
Perubahan besar ini menunjukkan dinamika pasar saham yang terus berubah. Emiten-emiten di Indonesia terus berusaha untuk meningkatkan kinerja dan memperluas bisnis mereka. Dalam beberapa kasus, emiten memilih untuk go private dan delisting saham mereka dari bursa. Sementara itu, beberapa emiten lainnya memperluas bisnis mereka ke luar negeri melalui kolaborasi strategis.
Kesimpulan, perubahan besar ini menunjukkan bahwa pasar saham di Indonesia terus berubah dan berkembang. Emiten-emiten di Indonesia terus berusaha untuk meningkatkan kinerja dan memperluas bisnis mereka. Dalam beberapa kasus, emiten memilih untuk go private dan delisting saham mereka dari bursa. Sementara itu, beberapa emiten lainnya memperluas bisnis mereka ke luar negeri melalui kolaborasi strategis.
