IPD – 29 Maret 2026 | Sabtu malam menandai puncak aksi pekan ini di Women’s Super League (WSL) dengan tiga laga penting yang disiarkan secara langsung di Sky Sports. Chelsea Women menghadapi Aston Villa Women di Kingsmeadow, West Ham United Women melawan London City Lionesses, dan Leicester City Women bertemu Brighton & Hove Albion Women. Ketiga pertemuan tersebut tidak hanya menentukan pergerakan poin, melainkan juga mengubah nasib klub dalam perebutan tempat di papan atas maupun pertempuran di zona degradasi.
Chelsea Women masuk ke laga melawan Aston Villa dengan tekanan besar. Tim Asisten Pelatih telah kehilangan dua pertemuan penting dalam seminggu terakhir: kekalahan 3-1 di leg pertama Liga Champions melawan Arsenal serta hasil imbang 1-1 melawan London City di Liga domestik. Kegagalan tersebut menurunkan posisi Chelsea dalam perburuan empat besar yang menjanjikan tiket ke kompetisi Eropa musim depan. Oleh karena itu, kemenangan melawan Aston Villa menjadi keharusan untuk mengembalikan kepercayaan diri sebelum leg kedua melawan Arsenal pada Rabu mendatang. Villa, di sisi lain, datang dalam kondisi bagus di luar kandang, mencatat 20 poin dari pertandingan tandang dibandingkan 15 poin di rumah, serta hanya kebobolan satu gol dalam dua laga tandang terakhir.
Sementara itu, laga antara West Ham United Women dan London City Lionesses menambah ketegangan di zona relegasi. Pertemuan terakhir kedua tim berakhir dengan kemenangan tipis London City berkat kesalahan kiper Kinga Szemik. Kekalahan tersebut menjadikan West Ham berada dalam zona terancam degradasi, sementara London City berusaha mengamankan posisi aman. Manajer Rita Guarino berharap timnya dapat mengulang performa positif melawan Aston Villa pada Januari lalu, yang pada saat itu memicu kebangkitan singkat West Ham. Namun, tekanan jadwal yang padat dan persaingan ketat dengan Leicester City yang hanya selisih satu poin menambah beban psikologis pada skuad.
Liga menengah menampilkan duel antara Leicester City Women dan Brighton & Hove Albion Women. Leicester berada di dasar klasemen, tiga poin di belakang West Ham dengan lima pertandingan tersisa. Statistik menyerang mereka sangat memprihatinkan: hanya sembilan gol tercipta sepanjang musim, menempati posisi terendah di liga, sementara kebobolan mencapai 35 gol. Brighton, meski tidak berada di zona relegasi, mengincar poin penting untuk naik ke posisi delapan dan menutup jarak dengan Aston Villa. Sebuah kemenangan bagi Leicester dengan selisih lebih dari satu gol dapat mengangkat mereka keluar dari zona terbawah, sedangkan Brighton berharap memperkuat posisi menengah atas.
Di puncak klasemen, Manchester City Women mengukuhkan diri sebagai juara potensial setelah mengalahkan rival sekutu Manchester United Women dengan skor 3-0 di Old Trafford. Vivianne Miedema mencetak dua gol beruntun dalam dua menit pertama, diikuti oleh gol dari Kerstin Casparij pada menit ke-49. Kemenangan ini menambah jarak 11 poin antara City dan United, sekaligus menegaskan dominasi mereka di liga. United, yang tengah bergulat dengan kelelahan akibat dua laga Champions League berurutan, tampil dengan hanya dua pemain outfield senior di bangku cadangan, menyoroti permasalahan kedalaman skuad. Kemenangan City tidak hanya memperkuat posisi puncak, tetapi juga menambah tekanan pada tim-tim lain seperti Chelsea dan Arsenal yang masih berjuang mengejar gelar.
Secara keseluruhan, pekan ini menjadi titik balik bagi banyak tim di WSL. Chelsea harus meraih kemenangan melawan Villa untuk tetap bersaing di empat besar, sementara West Ham dan Leicester berjuang keras menghindari degradasi. Di sisi lain, Manchester City terus menambah jarak dengan pesaing terdekat, menegaskan ambisi mereka meraih gelar pertama dalam satu dekade. Dengan tiga pertandingan penting yang berlangsung secara bersamaan, para penggemar dapat menyaksikan drama penuh emosi, taktik, dan peluang yang dapat mengubah lanskap kompetisi hingga akhir musim.
