Curry Bikin Kejutan di Play‑In: Tiga Penjepit Memimpin Warriors Kalahkan Clippers

IPD – 16 April 2026 | Golden State Warriors mengukir kemenangan dramatis dalam pertandingan Play‑In Tournament melawan Los Angeles Clippers pada Rabu malam, memperpanjang harapan mereka melaju ke babak playoff NBA 2026. Stephen Curry menjadi pusat sorotan dengan penampilan gemilangnya, mencetak 35 poin dengan 27 di babak kedua, termasuk tembakan tiga angka penentu pada detik ke‑50,4 yang mengamankan keunggulan 120‑117 bagi Warriors.

Kombinasi serangan cepat dan pertahanan ketat pada kuarter keempat mengubah arus pertandingan. Clippers sempat memimpin 98‑85 dengan kurang dari sepuluh menit tersisa, namun Curry, yang kembali hanya lima pertandingan setelah menjalani pemulihan dari cedera lutut selama 27 pertandingan, menghidupkan kembali semangat tim dengan 16 poin dalam enam menit pada kuarter ketiga. Al Horford menambah aksi dengan empat tembakan tiga angka, termasuk tiga yang mengunci keunggulan pada menit‑menit akhir.

Warriors, yang menempati peringkat ke‑10 di klasemen barat, berhasil menutup defisit 13 poin pada kuarter keempat melalui run 16‑6. Kawhi Leonard tidak mencetak poin pada 16 detik terakhir, sementara Darius Garland hanya menambah 21 poin dan delapan assist untuk Clippers di tengah masalah foul. Bennedict Mathurin menjadi pencetak poin terbanyak bagi Clippers dengan 23 poin.

Kemenangan ini menandai kelanjutan tren penampilan “Playoff Curry” yang semakin terkenal di kalangan penggemar. Sebuah klip pendek yang menampilkan Curry meluncurkan tembakan tiga poin jauh dan merayakan dengan senyum khasnya tersebar luas di media sosial, khususnya di platform X (Twitter). Pengguna dengan akun @Crumbletakes memposting video tersebut dengan caption “PLAYOFF CURRY IS HERE”, memicu ribuan komentar dan reaksi positif.

Keberhasilan Warriors tidak hanya membawa mereka selangkah lebih dekat ke babak pertama playoff melawan Oklahoma City Thunder, tetapi juga menutup musim Clippers secara resmi. Kegagalan Clippers untuk mengamankan tiket playoff menandai pertama kalinya mereka absen dari playoff sejak 2022, mengakhiri rentetan 15 musim berturut‑turut dengan rekor kemenangan positif.

Statistik pertandingan menegaskan dominasi Curry di lapangan. Ia mencetak tembakan tiga angka ketujuhnya pada menit‑terakhir, menyamai rekor pribadi dalam hal tembakan krusial. Horford, yang berusia 39 tahun, menambah nilai strategis dengan empat tembakan tiga poin, termasuk satu yang memberi Warriors keunggulan 117‑115 pada 2:12 menit ke akhir pertandingan. Kristaps Porzingis juga memberikan kontribusi penting dengan 20 poin.

Setelah pertandingan, pelatih Steve Kerr memuji mentalitas tim yang tidak menyerah meski berada dalam posisi terdesak. “Kita tahu Stephen bisa mengubah permainan dalam sekejap. Namun, ini adalah hasil kerja keras seluruh tim, terutama Al yang menambah tekanan pada pertahanan Clippers,” ujar Kerr dalam konferensi pers.

Para penggemar pun tak henti‑hentinya mengungkapkan rasa kagum mereka. Di media sosial, banyak yang menyebut momen tersebut sebagai “klasik kedua” setelah tembakan ikonik Curry pada final 2016. Beberapa analis berpendapat bahwa performa Curry ini menjadi indikator kuat bahwa Warriors masih mampu bersaing hingga fase akhir musim meski catatan musim reguler berakhir 37‑45.

Kesimpulannya, kemenangan dramatis ini tidak hanya mengukir babak baru bagi Warriors dalam perjalanan menuju gelar juara, tetapi juga menegaskan kembali status Stephen Curry sebagai pemain penentu hasil dalam situasi tekanan tinggi. Dengan satu pertandingan lagi melawan Phoenix Suns pada Jumat mendatang, Warriors bertekad memperpanjang momentum dan menantang para juara bertahan Oklahoma City Thunder di babak pertama playoff.

Leave a Comment