IPD – 30 Maret 2026 | London, 28 Maret 2026 – Arsenal winger Bukayo Saka dan gelandang bertahan Declan Rice kembali ke klub mereka masing-masing untuk menjalani pemeriksaan medis setelah keluar dari kemah timnas Inggris. Keputusan ini diumumkan oleh Football Association (FA) pada Sabtu malam, menandai eksodus delapan pemain dari kamp internasional menjelang pertandingan persahabatan melawan Jepang pada Selasa mendatang.
Kedua pemain, yang baru saja bergabung dengan skuad pada hari Jumat setelah istirahat pada laga imbang 1-1 melawan Uruguay, tidak termasuk dalam susunan pemain pada pertandingan tersebut. Saka dan Rice akan menunggu hasil evaluasi medis di Arsenal, sementara pelatih kepala Inggris, Thomas Tuchel, harus menata kembali formasi tanpa kehadiran dua talenta utama tersebut.
Selain Saka dan Rice, sejumlah pemain lain juga dipulangkan ke klub masing-masing karena cedera atau pertimbangan taktis, antara lain:
- Noni Madueke (Arsenal) – cedera lutut pada menit ke-37 melawan Uruguay.
- John Stones (Manchester City) – masalah betis yang muncul saat pemanasan.
- Adam Wharton (Crystal Palace) – cedera setelah masuk sebagai pengganti pada babak pertama.
- Aaron Ramsdale (Arsenal) – kembali ke klub untuk perawatan.
- Fikayo Tomori (AC Milan) – keluar untuk evaluasi pribadi.
- Dominic Calvert‑Lewin (Leeds United) – kembali ke tim setelah penampilan pertama dalam lima tahun.
Dengan delapan pemain meninggalkan kemah, skuad Inggris kini berkurang menjadi 27 orang menjelang laga melawan Jepang di Wembley. Tuchel sebelumnya mengumumkan bahwa kamp ini merupakan kesempatan terakhir sebelum Piala Dunia 2026 untuk menilai pemain dan menyiapkan kombinasi yang tepat.
Pelatih asal Jerman itu mengakui kekhawatirannya terkait kondisi Saka, yang menjadi pemain kunci Arsenal dalam perebutan gelar Liga Premier. “Saya sangat khawatir karena dia adalah pemain yang bisa membuat perbedaan. Dia memulai dengan baik, penuh energi, dan siap bertanding,” kata Tuchel dalam konferensi pers singkat. “Semoga ini bukan cedera serius, karena Inggris sangat membutuhkannya melawan tim seperti Jepang yang mengandalkan permainan satu lawan satu.”
Di sisi lain, Tuchel menegaskan bahwa skenario ini memaksanya untuk mempercayakan pemain lain, seperti Ben White, James Garner, dan Anthony Gordon, untuk mengisi kekosongan. “Kami tetap memiliki kedalaman di posisi sayap dan pertahanan. Ini adalah tantangan, tetapi juga peluang bagi pemain lain untuk menunjukkan kualitas mereka,” ujar Tuchel.
Jadwal persiapan timnas Inggris tetap berlanjut, dengan dua pertandingan persahabatan lagi pada bulan Juni melawan Selandia Baru dan Kosta Rika, serta latihan di Florida menjelang Piala Dunia. Kembalinya Harry Kane ke skuad sebagai kapten menambah kepastian dalam lini serang, sementara Morgan Rogers, Marc Guehi, dan Dan Burn siap menjadi opsi cadangan.
Para penggemar Arsenal dan Inggris kini menantikan hasil pemeriksaan medis Saka dan Rice. Kedua pemain tersebut telah menjadi tulang punggung dalam perjalanan klub dan negara masing-masing selama beberapa tahun terakhir, dan kehadirannya sangat dibutuhkan menjelang turnamen terbesar dunia.
Jika hasil medis menunjukkan cedera ringan, Saka dan Rice kemungkinan besar akan kembali berlatih bersama Arsenal dalam minggu-minggu mendatang, sekaligus menyiapkan diri untuk berkontribusi di Piala Dunia. Namun, jika kondisi mereka lebih serius, Tuchel dan manajer Arsenal Mikel Arteta harus menyesuaikan strategi mereka di kompetisi domestik dan internasional.
Secara keseluruhan, situasi ini menambah ketegangan menjelang laga persahabatan melawan Jepang, sekaligus menyoroti tantangan manajemen skuad dalam menghadapi jadwal padat dan risiko cedera yang selalu mengintai. Inggris tetap bertekad untuk tampil optimal, meski harus beroperasi tanpa beberapa pemain kunci dalam beberapa hari mendatang.
Dengan tekanan yang terus meningkat, mata dunia akan tetap tertuju pada perkembangan medis Saka dan Rice, serta bagaimana Thomas Tuchel menata kembali formasi timnya menjelang Piala Dunia 2026.
