IPD – 12 Mei 2026 | Pertandingan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung di pekan ke-32 Super League 2025/2026 berakhir dengan kekalahan Persija 1-2. Namun, yang lebih menarik perhatian adalah slogan ‘Kalah Jadi Cacing, Menang Jadi Naga’ yang digunakan oleh suporter Persija Jakarta. Slogan ini awalnya dimaksudkan sebagai penyemangat sekaligus bentuk harga diri tinggi di laga bertajuk Derby Indonesia itu.
Sayangnya, hasil di lapangan tidak berpihak pada tim Macan Kemayoran. Kekalahan atas Persib Bandung justru membuat slogan tersebut menjadi ‘senjata makan tuan’. Netizen, terutama pendukung lawan, langsung membanjiri jagat maya dengan kutipan spanduk tersebut untuk menyindir performa Persija.
Menurut Ahli bahasa dari Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, Dr. Mahmud Fasya, M.A., penggunaan frasa ‘Kalah jadi Cacing, menang jadi Naga’ merupakan bentuk ekspresi verbal yang lazim. Namun, maknanya menjadi jauh lebih kuat ketika ditempatkan dalam konteks rivalitas Persib kontra Persija.
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, juga mengungkapkan kekecewaannya atas kekalahan timnya. Ia menyatakan bahwa Persija jauh lebih unggul dalam pertandingan tersebut, tetapi hasilnya tidak berpihak pada mereka.
Sementara itu, suporter Persija Jakarta, Jakmania, meluapkan kekesalan mereka usai tim kesayangan kalah dari Persib Bandung. Mereka menyatakan bahwa pemain Persija tidak memiliki harga diri dan tidak bermain dengan semangat.
Kekalahan Persija Jakarta dari Persib Bandung ini memang selalu menyisakan luka mendalam bagi suporter yang kalah, namun kali ini sorotan tertuju tajam pada narasi ‘Naga dan Cacing’ yang diciptakan sendiri oleh pendukungnya.
Dalam konteks laga Persib vs Persija, teks tersebut merupakan bentuk ekspresi rivalitas dan semangat suporter. Teks tersebut ingin menegaskan bahwa kemenangan akan mengangkat martabat dan kebanggaan kelompok, sedangkan kekalahan dianggap akan menjatuhkan gengsi kelompok.
Kesimpulan dari pertandingan ini adalah bahwa Persija Jakarta masih harus berjuang keras untuk mengatasi Persib Bandung. Slogan ‘Kalah Jadi Cacing, Menang Jadi Naga’ yang awalnya dimaksudkan sebagai penyemangat justru menjadi bahan olokan di media sosial.
