IPD – 01 April 2026 | Timnas Brasil berhasil mencatat kemenangan meyakinkan 3-1 atas Timnas Kroasia dalam laga persahabatan yang digelar pada Rabu, 1 April 2026 di Camping World Stadium, Orlando, Florida. Pertandingan ini menjadi bagian penting dari persiapan kedua tim menjelang Piala Dunia 2026, sekaligus menjadi ajang pembuktian taktik pelatih Carlo Ancelotti dan Zlatko Dalić.
Sejak peluit pertama, Brasil langsung mengambil inisiatif menyerang. Formasi 4-3-3 yang dipilih Ancelotti menampilkan Vinicius Junior, João Pedro, dan Matheus Cunha di lini depan, didukung oleh gelandang berpengalaman Casemiro. Kroasia, di sisi lain, menurunkan formasi 5-4-1 dengan Luka Modrić sebagai otak serangan balik. Kedua tim bermain dengan tempo tinggi, namun Brasil lebih sering menguasai bola di lini tengah.
Pada menit ke-20, Vinicius Junior menembus sayap kiri dan melakukan cut-in yang memecah pertahanan Kroasia. Umpan terobosan Vinicius kemudian dihadirkan kepada Danilo Oliveira yang muncul dari lini kedua. Danilo mengeksekusi tembakan keras ke sudut kanan atas gawang Dominik Livakovic, mencetak gol pembuka pada tambahan waktu babak pertama (45+2′). Gol ini memberi kepercayaan diri tambahan bagi Brasil menjelang jeda.
Kroasia berusaha bangkit dengan memperkuat serangan balik. Pada menit ke-84, pengganti Lovro Majer menerima umpan silang dari Toni Fruk di dalam kotak penalti, lalu mengarahkan bola ke sudut bawah kiri gawang Bento, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut hanya bertahan selama empat menit, karena Brasil berhasil memanfaatkan pelanggaran Josip Sutalo di area terlarang pada menit ke-87.
Igor Thiago, yang masuk sebagai pengganti João Pedro, mengeksekusi tendangan penalti dengan tenang pada menit ke-88. Gol penalti mengembalikan keunggulan Brasil menjadi 2-1. Di menit-menit akhir, Gabriel Martinelli menambah angka pada tambahan waktu babak kedua (90+2′), memanfaatkan umpan cerdas dari penyerang muda Endrick. Dengan gol penutup ini, skor akhir 3-1 menegaskan dominasi Brasil.
Statistik pertandingan menunjukkan Brasil menguasai penguasaan bola sebesar 58% dan menciptakan 18 tembakan, dengan 7 di antaranya tepat mengarah ke gawang. Kroasia, meski lebih defensif, berhasil melakukan 10 tembakan, namun hanya 3 di antaranya mencapai bingkai. Kiper Livakovic tampil solid dengan tiga penyelamatan krusial, termasuk satu dari tendangan jarak dekat João Pedro pada menit ke-36.
Dari segi taktik, Ancelotti menekankan tekanan tinggi dan pergerakan cepat pada sisi sayap, yang terbukti efektif berkat Vinicius Junior. Pemain muda Endrick juga menunjukkan kematangan dalam pergerakan dan umpan-umpan penyerang, menambah dimensi serangan Brasil. Di pihak Kroasia, Dalić mencoba menyeimbangkan pertahanan rapat dengan serangan balik cepat, namun kurangnya penetrasi di lini tengah menjadi kendala utama.
Kemenangan ini memberikan sinyal positif bagi Brasil menjelang fase grup Piala Dunia 2026, terutama dengan penampilan impresif Vinicius Junior yang menjadi penggerak utama serangan. Sementara itu, Kroasia harus mengevaluasi kekurangan defensifnya dan meningkatkan koordinasi antar lini untuk menghadapi lawan yang lebih kuat di turnamen utama.
Secara keseluruhan, laga uji coba ini tidak hanya menghasilkan skor akhir yang memuaskan, tetapi juga menampilkan bakat-bakat muda yang siap bersaing di panggung dunia. Brasil kini dapat melangkah ke kompetisi besar dengan kepercayaan diri yang tinggi, sementara Kroasia perlu melakukan penyesuaian taktis untuk mengoptimalkan potensi timnya.
