IPD – 19 April 2026 | Pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, mengaku bahwa Persib Bandung harus berjuang keras untuk mengamankan tiga poin melawan Bali United pada pekan ke-28 BRI Super League. Kemenangan yang didapatkan tim Maung Bandung memang tidak mudah, namun menjadi bukti ketangguhan skuad di tengah persaingan ketat papan atas.
Laga berlangsung di Banten International Stadium pada Senin, 20 April 2026. Persib membuka skor melalui gol cepat pada menit ke-12 lewat tendangan bebas yang dieksekusi dengan presisi oleh pemain sayap kiri. Namun Bali United cepat bangkit dan menyamakan kedudukan pada menit ke-28 lewat serangan balik. Kedua tim saling bertukar serangan, dan tekanan terus meningkat hingga menit ke-78 ketika Persib kembali unggul lewat sundulan kepala dari bek tengah setelah sudut. Gol penentu datang pada menit ke-90+3, ketika striker Persib menambah satu gol lagi, memastikan kemenangan 2-1.
Setelah pertandingan, Bojan Hodak menegaskan bahwa kemenangan ini “menunjukkan betapa susahnya menggapai tiga poin di liga ini”. Ia menambahkan, “Kami tidak menganggap lawan kami mudah, bahkan tim yang berada di papan bawah pun memiliki potensi untuk menggagalkan kami. Persib menang susah payah, namun ini memberi motivasi untuk laga-laga berikutnya.”
Dalam konteks klasemen, Persib masih memimpin dengan 64 poin, diikuti dekat oleh Borneo FC dengan 63 poin dan Persija Jakarta dengan 58 poin. Kedua tim rival, Persija dan Borneo, masing-masing mencatat kemenangan pada pekan ke-27, menambah tekanan pada skuad Bojan. Persija menang tipis 1-0 atas PSBS Biak, sedangkan Borneo mengalahkan PSM Makassar 2-1. Selisih hanya satu poin antara Persib dan Borneo membuat setiap laga sisa menjadi krusial.
Jadwal sisa musim Persib mencakup tujuh pertandingan melawan Dewa United, Arema FC, Bhayangkara FC, PSIM Yogyakarta, Persija Jakarta, PSM Makassar, dan Persijap Jepara. Bojan menolak anggapan bahwa jadwal Persib lebih berat dibanding rival. “Semua tim di liga ini dapat mengalahkan siapa saja. Tidak ada laga mudah,” ujarnya dalam konferensi pers daring.
Pelatih juga menyoroti tantangan non‑teknis, seperti masalah keuangan yang dialami PSBS Biak, yang berpotensi memengaruhi performa lawan. “Selain itu, tim-tim seperti Semen Padang atau Solo juga dapat menimbulkan kejutan,” tambahnya, menegaskan pentingnya konsistensi mental dan taktik.
Perbandingan dengan klub-klub dominan di Asia Tenggara, seperti Buriram United di Thailand dan Johor Darul Ta’zim di Malaysia, menjadi bahan pertimbangan manajemen Persib. Kedua klub tersebut berhasil menjuarai liga mereka meski hanya menyisakan lima pekan. Persib berusaha meniru kesuksesan tersebut dengan memperpanjang kontrak Bojan Hodak, meski belum ada keputusan final.
Dari sisi taktik, Bojan menekankan penggunaan formasi 4-3-3 yang fleksibel, memanfaatkan kecepatan sayap kanan dan kiri serta peran playmaker di tengah lapangan. Pemain muda yang mendapat menit tambahan terbukti memberikan energi tambahan, terutama dalam transisi menyerang. Pertahanan tetap menjadi fokus utama, terutama dalam menghadapi serangan balik cepat tim lawan.
Ke depannya, Persib harus tetap fokus satu per satu laga. Bojan menutup konferensi dengan pernyataan, “Kami tidak mengandalkan hasil lawan. Kami hanya fokus pada permainan kami, mengontrol tempo, dan memanfaatkan setiap peluang.” Dengan tekanan yang terus meningkat, babak akhir musim BRI Super League diprediksi akan menjadi ajang drama yang belum berakhir.
