IPD – 29 Maret 2026 | Johan Cruijff Arena di Amsterdam menjadi saksi sengitnya laga persahabatan internasional antara Tim Nasional Belanda dan Tim Nasional Norwegia pada Sabtu dini hari, 28 Maret 2026. Pertandingan yang dijadwalkan sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Dunia 2026 berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Belanda, menandai comeback dramatis setelah sempat tertinggal lebih dulu.
Pertandingan dimulai dengan tekanan tinggi dari Belanda, namun pertahanan Norwegia menunjukkan disiplin yang luar biasa. Pada menit ke-24, Andreas Schjelderup memanfaatkan ruang di sisi kiri pertahanan Belanda, menerima umpan terobosan David Møller Wolfe, kemudian melepaskan tembakan melengkung yang menembus tiang gawang dan akhirnya mengarah ke sudut bawah jaring, memberi Norwegia keunggulan pertama 1-0.
Setelah gol tersebut, Ronald Koeman meningkatkan intensitas serangan dengan menurunkan formasi yang lebih maju. Tekanan itu berbuah pada menit ke-35 ketika Virgil van Dijk, bek tengah berpengalaman, mengangkat sundulan kuat dari tendangan pojok yang diambil oleh Teun Koopmeiners. Bola meluncur tepat ke arah van Dijk, yang menaklukkan ruang udara dan menempatkan bola ke sudut atas gawang Bart Verbruggen, menyamakan kedudukan 1-1 untuk Belanda.
Babak kedua dimulai dengan Belanda yang tampak lebih terorganisir. Kombinasi cepat antara Cody Gakpo dan Denzel Dumfries di sisi kanan menghasilkan beberapa peluang, namun yang paling krusial terjadi pada menit ke-51. Dumfries menyalurkan umpan diagonal ke dalam kotak penalti, di mana Tijjani Reijnders, gelandang Manchester City, mengontrol bola dengan kaki kanan dan melepaskan tembakan terarah yang menembus penjaga gawang Norwegia, mengantarkan Belanda unggul 2-1.
Selain tiga pencetak gol, beberapa nama lain turut memberikan kontribusi penting. Donyell Malen hampir memperbesar keunggulan pada menit ke-17 dengan sundulan yang meleset, sementara Alexander Sorloth dan Alexander Isak (Norwegia) berusaha menciptakan ancaman tambahan namun gagal menembus pertahanan Belanda yang dipimpin oleh Virgil van Dijk. Pada sisi pertahanan, Bart Verbruggen menunjukkan refleks yang baik, namun tidak cukup untuk menahan tekanan serangan Belanda yang terus mengalir.
Pelatih Ronald Koeman menilai pertandingan sebagai ujian taktik menjelang Piala Dunia. Ia menekankan pentingnya transisi cepat dari bertahan ke menyerang, serta kemampuan tim untuk bangkit setelah ketinggalan. Di pihak Norwegia, Stale Solbakken mengapresiasi semangat juang timnya, terutama penampilan Schjelderup yang berhasil memecah kebuntuan pada babak pertama.
Hasil 2-1 ini memberikan dorongan moral bagi skuad Oranje, sekaligus menjadi bahan evaluasi taktis menjelang fase grup di Qatar. Keberhasilan virgil van Dijk dalam mengamankan gol pertama serta peran kunci Tijjani Reijnders sebagai penentu kemenangan menunjukkan kedalaman opsi serangan Belanda. Di sisi lain, Norwegia dapat menilai performa mereka sebagai indikator kesiapan untuk menghadapi lawan-lawan kuat di turnamen akhir tahun ini.
Dengan kemenangan tipis namun penuh arti ini, Belanda menutup sesi latihan internasional dengan keyakinan lebih besar, sementara Norwegia tetap bertekad memperbaiki konsistensi pertahanan mereka. Kedua tim kini melanjutkan persiapan masing-masing, berharap dapat mengoptimalkan strategi dan kebugaran menjelang turnamen paling bergengsi di dunia sepak bola.
