IPD – 07 April 2026 | Serial spin-off XO, Kitty kembali mencuri perhatian publik setelah musim ketiganya mengakhiri perjalanan emosional sang protagonis, Kitty Song. Musim ketiga yang dirilis pada awal April 2026 ini menampilkan keputusan besar Kitty untuk melanjutkan kuliah di New York University (NYU) sekaligus mempertahankan ikatan dengan sahabat‑sahabatnya di Korea Selatan, termasuk Minho Kim.
Dalam episode penutup, Kitty berhasil menyeimbangkan dua dunia: ia menerima tawaran beasiswa di NYU setelah menghabiskan musim panas bersama Lara Jean (Lana Condor) di New York, dan pada saat yang sama ia memperbaiki hubungan yang sempat retak dengan Minho. Konflik internal yang dipicu oleh rasa insecure dan kesalahpahaman berhasil diatasi ketika Minho mengungkapkan perasaannya kembali, menyiratkan kemungkinan kedekatan jangka panjang. Pada momen emosional lainnya, para teman Kitty menyelenggarakan pesta ulang tahun ke‑18 sebagai tanda terima kasih, menutup rangkaian perselisihan kelompok Q‑Jin, Marius, Madison‑Mihee, dan lainnya.
Di luar alur cerita, respons penonton menunjukkan dinamika yang menarik. Awalnya, Rotten Tomatoes mencatat skor audiens musim ketiga hanya 35 %, menandakan penurunan signifikan dibandingkan musim sebelumnya. Namun, gerakan fanbase internasional yang terorganisir berhasil meningkatkan skor tersebut menjadi 59 % dalam beberapa minggu. Upaya ini mencerminkan aksi anti‑review bombing yang dilakukan melalui media sosial, khususnya Twitter dan Reddit, di mana para penggemar menyoroti adegan kelompok yang energik, chemistry pemeran, dan pertumbuhan karakter yang lebih matang.
Data kritikus pun menunjukkan perbaikan: skor kritikus naik menjadi 75 % sementara skor audiens stabil di 58 %. Serial ini kini menempati posisi teratas dalam Netflix Top 10 di lebih dari 70 negara, melampaui judul‑judul populer lain seperti Bloodhounds dan Love on the Spectrum. Angka penonton yang tinggi menambah tekanan pada Netflix untuk mempertimbangkan perpanjangan seri.
Spekulasi mengenai musim keempat terus mengemuka. Valentina Garza, produser eksekutif, menyatakan bahwa tim produksi “sangat menantikan melihat bagaimana karakter‑karakter belajar dan tumbuh” namun belum memberikan konfirmasi resmi. Sementara penulis asli Jenny Han masih sibuk mengembangkan alam semesta literaturnya, sinyal kuat dari basis penggemar menunjukkan permintaan yang belum terpuaskan untuk melanjutkan kisah Kitty di KISS (Korea International School of Seoul).
Beberapa isu yang menjadi titik fokus kritik di musim tiga meliputi alur cerita Q yang terkesan melenceng, serta pengabaian terhadap karakter Juliana. Meski demikian, banyak penonton menilai bahwa keputusan Kitty untuk mengejar pendidikan di luar negeri menggambarkan realitas mahasiswa yang menghadapi tekanan akademik dan sosial. Penggemar juga memuji adegan-adegan pesta ulang tahun yang menampilkan tarian, musik, serta momen kebersamaan yang menghangatkan hati.
Secara keseluruhan, musim ketiga berhasil menyajikan penutup yang memuaskan sekaligus membuka peluang naratif baru. Keputusan Kitty untuk beralih ke NYU membuka kemungkinan alur cerita jarak jauh antara Kitty dan Minho, serta potensi pengembangan latar baru di Amerika Serikat. Jika Netflix memutuskan untuk melanjutkan, musim keempat diprediksi akan mengeksplorasi dinamika trans‑national, pertemuan budaya, dan tantangan akhir masa SMA—sebuah transisi yang telah lama diantisipasi oleh penonton.
Dengan dukungan fanbase yang terus menguat dan performa global yang solid, XO, Kitty tampaknya masih memiliki ruang untuk berkembang. Apakah Netflix akan mengangkat kisah Kitty ke bab selanjutnya tetap menjadi pertanyaan terbuka, namun sinyal pasar dan antusiasme publik memberikan harapan bahwa serial ini belum mencapai titik akhir.
