Menu
Close
oduu

Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

Strategi 5 Emiten Rights Issue di Tengah Tekanan IHSG 2026

Smallest Font
Largest Font

Di tengah dinamika pasar keuangan global dan domestik, perusahaan-perusahaan terbuka terus memutar otak untuk menjaga pertumbuhan bisnis. Kondisi pasar saham Indonesia yang sedang melemah tidak menyurutkan langkah sejumlah emiten untuk mencari pendanaan tambahan.

Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan dari level 9.000 ke kisaran 7.000, aksi korporasi rights issue justru tetap marak. Berikut adalah daftar lima perusahaan yang berencana menerbitkan saham baru pada tahun 2026.

Seluruh rencana penambahan modal ini masih berada pada tahap awal yakni menunggu persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Setelah itu, perusahaan wajib mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan banyaknya emiten yang mengantre, proses penebusan saham baru berpotensi terealisasi hingga tahun depan. Hal ini mengingat batas waktu pelaksanaan rights issue bisa mencapai 12 bulan setelah RUPS.

Strategi Rights Issue Tiap Emiten

Setiap perusahaan memiliki tujuan strategis yang berbeda dalam penerbitan saham baru. Berikut adalah rincian rencana aksi korporasi tersebut:

1. TOBA: Fokus Energi Hijau

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) berencana menerbitkan hingga 1,39 miliar saham baru. Dana ini digunakan untuk transformasi ke sektor energi terbarukan, termasuk ekosistem kendaraan listrik (EV) dan pengolahan limbah.

2. RMKO: Perkuat Logistik Batu Bara

PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) menargetkan penerbitan 512 juta saham baru. Dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi logistik batu bara di Sumatera Selatan dan pelunasan kewajiban keuangan.

3. COCO: Ekspansi Industri Cokelat

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) akan menerbitkan hingga 10,67 miliar saham baru. Fokus utama penggunaan dana adalah meningkatkan kapasitas produksi, pengadaan mesin, dan pembelian biji kakao.

4. PYFA: Bidik Akuisisi Global

PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menargetkan 5,7 miliar saham baru untuk akuisisi pabrik Mayne Pharma di Australia. Selain itu, mereka berencana menerbitkan waran hingga 35% untuk menarik minat investor.

5. RAAM: Kembangkan Konten dan Bioskop

PT Tripar Multivision Tbk (RAAM) akan menerbitkan 1,36 miliar saham baru. Dana ini digunakan untuk produksi konten kreatif serta pembangunan 50 bioskop baru melalui PT Platinum Sinema.

Berikut adalah ringkasan target emiten dalam aksi korporasi ini:

Emiten Fokus Penggunaan Dana
TOBA Energi terbarukan & ekosistem EV
RMKO Logistik batu bara & modal kerja
COCO Kapasitas produksi cokelat
PYFA Akuisisi pabrik di Australia
RAAM Produksi film & bioskop baru

Risiko dan Tips bagi Investor

Bagi investor, langkah perusahaan melakukan rights issue memiliki risiko yang harus diperhatikan. Pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipahami investor:

  • Pantau RUPS: Pastikan Anda mengikuti jadwal RUPSLB masing-masing perusahaan untuk mengetahui detail teknis.
  • Analisis Prospektus: Pelajari tujuan penggunaan dana apakah benar-benar untuk ekspansi yang produktif.
  • Waspada Dilusi: Jika tidak ikut menebus saham baru, persentase kepemilikan Anda di perusahaan akan berkurang secara otomatis.
  • Cek Harga Pelaksanaan: Bandingkan harga pelaksanaan rights issue dengan harga pasar saham saat ini.

Kesimpulan

Minat emiten untuk melakukan rights issue tetap tinggi sebagai strategi pendanaan jangka panjang meski pasar sedang volatil. Keberhasilan aksi ini sangat bergantung pada persetujuan pemegang saham dan kondisi pasar di masa depan. Langkah ini membuktikan bahwa perusahaan tetap optimistis terhadap peluang pertumbuhan bisnis di Indonesia.

Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed